Bupati Wonogiri Sebut Sejumlah Pasien Covid-19 di Alami Pengentalan Darah

Pemakaman pasien covid-19 di salah satu tempat pemakaman umum di Kecamatan Jatiroto beberapa waktu lalu (dok/ist)

 

FOKUSLINTAS.com – Kasus kematian empat pasien terkonfirmasi positif korona dalam sebulan belakangan menjadi perhatian khusus dari Pemkab. Kondisi ini juga sudah dibahas di rapat Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Wonogiri.

“Dalam beberapa hari terakhir ini ada penambahan kasus terkonfirmasi positif Corona. Semuanya adalah klaster perjalanan. Pulang ke Wonogiri batuk-batuk. Begitu dicek ternyata positif (covid-19),” ungkap Bupati Wonogiri Joko Sutopo kepada wartawan, Jumat (25/9).

Diduga, diambilnya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta beberapa lalu memicu adanya peningkatan jumlah warga yang pulang kampung. Mereka diduga terpapar korona di perantauan.

Namun bagi Bupati Wonogiri bukan soal penambahan jumlah pasien covid-19 di wilayahnya yang menjadi perhatian. Adanya temuan kasus baru dalam satu bulan ada empat pasien positif corona yang meninggal dunia.

Oleh sebab itu Joko Sutopo meminta jajarannya untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah provinsi menyikapi adanya temuan kasus di Wonogiri. Dirinya ingin kasus ini mendapat perhatian khusus.

“Kalau ksus-kasus komorbit atau kasus lain dengan empat kasus yang meninggal ini berbeda. Tapi, mereka ini memiliki gejala klinis hampir sama yaitu ada pengentalan darah,” bebernya.

Ditambahkan, dengan adanya kasus-kasus itu, saat ini dilakukan penambahan fasilitas alat-alat kesehatan di RSUD.

“Anggarannya sudah disiapkan, hal itu sebagai langkah-langkah antisipasi kami,” imbuhnya.

Sementara dari data yang dihimpun pada Kamis (24/9) pukul 21.00 WIB secara kumulatif ada 228 kasus terkonfirmasi positif corona di Wonogiri. Sebanyak 22 orang masih belum sembuh.

Rinciannya 16 orang dirawat di rumah sakit. Enam orang lainnya menjalani isolasi mandiri atau karantina khusus. Sementara itu, 197 orang sudah sembuh dati paparan covid-19 dan sembilan orang meninggal dunia.* Tim-Eko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *