Dampak Pengaruhnya Besar, Berhati-hatilah Dalam Memilih Seorang Teman yang Dapat Dipercaya

Foto: dok/net

 

FOKUSLINTAS.com – Hati-hatilah dalam menjalin pertemanan, terlebih dengan seseorang yang baru, karena pengaruh teman itu sangatlah kuat. Jangan sampai kita terkecoh oleh pertemanan yang akhirnya menjerumuskan pada hal yang tidak baik, pada hal yang tidak Tuhan sukai.

Karena tidak sedikit di era ini orang yang begitu asyik berteman, begitu asyik mendapat kenalan baru, hingga di suatu waktu ia terjerumus pada hal yang Tuhan larang, dimana sebelumnya dia sendiri pun memang tidak menyukainya. Tetapi karena adanya teman yang memang sudah terbiasa jauh dari Tuhan, maka dia pun sedikit demi sedikit lalai akan aturan-Nya, dan akhirnya ikut-ikutan mendekati apa yang Tuhan larang.

Oleh sebab itu selektiflah dalam memilih teman, jangan sampai sembarangan berteman, karena sudah berapa banyak orang terjerumus dalam kemaksiatan, dalam kehidupan yang tidak ada gunanya gara-gara teman.

Tidak ikut berarti tidak menghargai, begitulah dalihnya awal-awal membiasakan diri dengan kebiasaan teman, sehingga sedikit demi sedikit jati dirinya mengikuti jati diri teman.

Dan iya, awal berteman dia memang akan tampak biasa menurut kita, canda tawa dan keakraban yang terjalin mungkin memang sangat mendamaikan, tapi pada akhirnya tanpa kita sadari dia akan membawa kita pada kebiasaannya.

Maka disinilah pengendalian dan pendirian itu harus benar-benar dibutuhkan, karena tidak sedikit dari kita yang akhirnya sudah menjadi hobinya ikut-ikutan, dan kalau nggak ikut mungkin akan dikatakan tidak menghargai. Na’udzubillah

Karena teman itu ibarat sebuah cermin, kita akan melihat siapa diri kita dalam diri teman kita, karena tanpa disadari kebiasaan dan tingkah kita sedikit banyaknya akan terkontaminasi kebiasaan dan tingkahnya.

Jadi bila berteman carilah teman yang baik, yang bisa menjadikan kita lebih baik, dan bisa mengontrol kita saat kita hendak berjalan pada yang tidak baik. Atau jadilah teman yang baik, agar kita selalu menjadi teman terbaik dalam meraih ridho-Nya.

Sekali lagi ingatlah dengan baik, jangan ikut-ikutan kebiasaan buruk teman, tapi jadilah pengendali mereka ketika hendak berlaku buruk. Serta menghargai atau tidaknya kita itu bukan dilihat dari bagaimana kita harus sama-sama terus dengan teman, tapi tahu menempatkan diri kita dengan bijaksana dan mampu saling melengkapi kekurangan masing-masing.

Catatan pentingnya adalah berteman jangan hanya di dunia saja, tapi upayakanlah berteman hingga kelak di surga-Nya Tuhan, lantas jadilah teman yang baik yang bisa menunjukkan jalan lurus menuju-Nya. Begitu juga ketika kita hendak berteman, maka bertemanlah dengan seseorang yang mampu membawa kita pada jalan-Nya, pada jalan yang selalu dirihoi-Nya.* [Awi]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *