Dipercaya Orang Jawa Hingga Sekarang, Pring Petuk di Yakini Bisa Mengusir Makhluk Halus yang Jahat

Kepercayaan turun temurun yang bahkan masih eksis hingga saat ini. Source|Bmb

FOKUSLINTAS.com – Bagi sebagian masyarakat Indonesia, bambu memiliki arti lebih dari sekedar tanaman. Beberapa kalangan meyakini bahwa tanaman tersebut punya sesuatu yang spesial. Sebuah hal yang mungkin bagi kalangan awam tidak mudah dicerna alias berhubungan dengan dunia gaib.

Bambu dengan jenis-jenis tertentu dianggap mampu mengusir jin, memiliki daya supranatural, atau bahkan menjadi wadah bagi makhluk tak kasat mata. Mitos-mitos inilah yang sering dipercaya oleh sebagian masyarakat Indonesia. Khususnya mereka yang hidup dalam lingkup tradisional. Selengkapnya, simak ulasan Boombastis berikut ini.

Pring Petuk adalah batang bambu spesial, di mana ia memiliki ciri berupa cabang atau ranting yang saling bertemu alias berhadapan satu sama lain. Diketahui untuk menemukan keanehan ini sulitnya luar biasa. Selain itu, tanaman tersebut juga dianggap sebagai tempat bersemayamnya makhluk gaib. Kepercayaan semacam ini biasanya datang dari mereka yang menekuni dunia spiritual.

Bambu kuning memang sering dikaitkan dengan hal-hal yang berbau supranatural. Khasiatnya dipercaya memiliki tuah atau energi tertentu untuk berbagai tujuan. Mulai dari menghalau pencuri, tolak bala, jimat, dan sebagainya. Bagi masyarakat yang masih kental dengan adat dan budaya, menganggap bambu kuning sebagai salah satu tanaman yang punya daya magis.

Rimbunnya pohon bambu diyakini menjadi sarang jin [sumber gambar]
Rimbunnya batang bambu terkadang dipercaya menjadi tempat tinggal bagi bangsa jin dari jenis-jenis tertentu. Suasana yang agak sedikit suram atau Singup dalam bahasa Jawa, menjadi salah satu ciri-ciri ari gerombolan tanaman bambu yang dipercaya sebagai lokasi makhluk gaib berada.

Ada sebagian dari masyarakat yang mempercayai mitos soal larangan melangkahi batang bambu yang melintang di jalan. Jika sampai dilanggar, mereka biasanya ikut terbawa ke atas pohon bambu yang dilangkahi. Ada yang percaya hal tersebut merupakan sebuah bentuk bahwa yang bersangkutan dibawa oleh makhluk gaib. Mitos semacam ini terkadang masih ada di beberapa wilayah Indonesia.

Bambu yang dianggap keramat di Dusun Daje Songai, Desa Lembung Barat, Kecamatan Lenteng, Sumenep, Madura [sumber gambar]
Pohon bambu apus (bambu tak berduri) yang tumbuh di Dusun Daje Songai, Desa Lembung Barat, Kecamatan Lenteng, Sumenep, Madura, memiliki makna khusus bagi warga sekitar. Tanaman tersebut dikeramatkan dan dianggap bisa menyembuhkan segala macam penyakit. Salah satu cerita yang dipercaya adalah, bibit dari bambu tersebut berasal dari tusuk gigi salah satu keturunan Raja Sumenep yang bernama Kakek Setir.

Selain dikaitkan dengan hal-hal berbau supranural dan dikeramatkan, bambu juga membuat mereka yang mengolahnya dengan memanfaatkan kreativitas banyak dikenal orang. Sebut saja sepeda bambu karya Singgih S. Kartono yang bernama Spedagi (Sepeda Pagi) dan gitar bambu Virageawie yang telah mendunia.* [Awi]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *