Jadi Isu Miring, Istilah “SUSUK” Banyak Mengundang Kontroversi di Masyarakat

Foto: Ilustrasi susuk

 

FOKUSLINTAS.com – Susuk sebuah kontroversi yang sering menjadi perdebatan di kalangan masyarakat. Banyak isu-isu miring yang mengatakan bahwa pemakaian susuk akan membuat orang yang menggunakan susah untuk meninggal.

Pada dasarnya, susuk adalah energi yang dimanifestasikan dalam sebuah benda (sebetulnya tanpa bendapun bisa yang biasa dikenal totok aura) dan energi ini tergantung pada 2 hal yakni yang mengisi dan tujuan si pemakai.

Kenapa? Ya karena sebenarnya susuk hanyalah media dan ini adalah ilmu kuno yang memang sudah ada dari turun temurun. Seperti halnya semua ilmu-ilmu yang lain, ilmu ini pun netral kembali kepada niat manusia yang menggunakan dan sebagai pilot/pengendalinya.

Susuk tidak menciptakan pancaran tetapi membantu seseorang untuk lebih mengaktifkan pancaran atau yang di kenal secara umum adalah aura. Jika dipikir secara logis, tidak mungkin leluhur kita mengajarkan dan meninggalkan sebuah ilmu dengan tujuan yang tdk baik? Apalagi dapat merugikan/menjerumuskan anak cucunya?.

Hanya saja, karena satu dan lain hal serta beberapa oknum dan pelaku susuk dianggap menjadi sebuah ketersesatan dan banyak orang yang pada akhirnya menganggap susuk sebagai hal buruk.

Sebelum kita menjudge, mari kita telaah terlebih dahulu. Jikalau, kita mau melihat secara keseluruhan:

1. Susuk itu adalah ilmu dan ilmu itu netral, tergantung pengendalinya.

2. Susuk bukan memancarkan pancaran tapi membantu mengaktifkan pancaran, pancaran dikenal dengan aura, jadi sama halnya dengan buka aura/totok aura.

3. Jika memang ada benda, benda itu hanyalah perantara karena yang terpenting adalah energinya.

4. Dasar yg paling penting dari ajaran ini, leluhur tidak serta merta memasang dan selesai begitu saja, tapi harus ada pembelajaran budi, yakni belajar berperilaku, tutur kata yang baik, dan cara merawat diri agar menarik, dan ini yang sering diabaikan oleh si pengisi susuk dan si pemakai susuk. Serta keterbatasan informasi mengenai hal ini, pada akhirnya membuat banyak masyarakat menjadi salah presepsi. [Tim-Eyank Prapto]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *