Kasus Korupsi Proyek Sentra RSUD Sragen, 3 Terdakwa Ajukan Banding Atas Vonis 6 Tahun Penjara

Banding Jaksa itu diajukan lantaran vonis majelis hakim PN Tipikor Semarang yang menghukum 6 tahun penjara kepada tiga terdakwa korupsi RSUD Sragen. Foto: Istimewa

 

FOKUSLINTAS.com – Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Sragen memutuskan untuk mengajukan banding atas vonis majelis hakim dalam perkara dugaan korupsi proyek ruang sentra OK RSUD Sragen tahun 2016. Banding diajukan lantaran tiga terdakwa juga sudah memutuskan banding atas vonis hakim memutus lebih berat dari tuntutan jaksa.

“Iya, kita sudah putuskan untuk banding. Pertimbangannya karena para terdakwa banding, maka Jaksa juga harus banding,” kata Kasi Pidsus Kejari Sragen, Agung Riyadi, Selasa (29/9).

Agung menjelaskan selain keputusan untuk banding itu juga sebagai antisipasi, kalau terdakwa nanti mengajukan kasasi, maka Jaksa juga bisa mengajukan kasasi.

Menurut Agung, vonis lebih berat dari tuntutan itu tidak menjadi masalah. Agung menjelaskan pihaknya masih memiliki waktu tujuh hari ke depan untuk menyiapkan memori banding.

Banding akan diajukan ke Pengadilan Tipikor untuk diteruskan ke PT Semarang. Banding Jaksa itu diajukan lantaran vonis majelis hakim PN Tipikor Semarang yang menghukum 6 tahun penjara kepada tiga terdakwa korupsi RSUD Sragen.

Ketiga terdakwa masing-masing eks Dirut berinisial DS, PPK proyek berinisial NS dan pengusaha asal Solo atau pihak ketiga, Rahadian Wahyu itu divonis 4 kali lipat dari tuntutan jaksa. JPU menuntut ketiganya sama rata yakni 1,5 tahun penjara.* [Tim-Awi]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *