Plt Bupati: Silahkan Ijab Saja, Jangan Dulu Kerahkan Massa

Plt Bupati Wonogiri Edy Santosa (dok.tim)

 

FOKUSLINTAS.com — Pemkab Wonogiri mengimbau agar warga masyarakat yang berencana menggelar hajatan untuk menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, di dalam penyelenggaraan hajatan juga harus dibatasi.

“Kalau ijab ya monggo ijab saja. Jangan dulu mengerahkan massa. Harus diperhatikan juga, yang hadir maksimal 50 orang. Itu pun protokol kesehatan harus diperketat. Mohon kesadarannya,” ungkap Plt Bupati Wonogiri Edy Santosa kepada wartawan, Rabu (30/9).

Ditegaskan, warga diperbolehkan melaksanakan prosesi ijab kabul. Tamu maksimal yang bisa datang adalah 50 orang. Selain itu, protokol kesehatan harus dilaksanakan secara ketat.

“Selesai ijab qobul, sudah. Selain itu, semisal mau mengadakan keramaian perlu izin ke kepolisian. Kalau tidak diizinkan ya ndak boleh nekat. Sebagai warga negara yang baik harus patuh hukum,” kata dia.

Edy Santosa mengatakan, apabila hajatan digelar dengan acara besar bisa merugikan seluruh elemen, termasuk masyarakat sendiri. Apabila hajatan digelar dalam skala besar, dikhawatirkan akan terjadi kerumunan dan muncul potensi penyebaran Virus Corona.

“Pemerintah sudah mendorong segala upaya dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kalau masyarakat abai dengan protokol kesehatan, kapan selesainya pandemi. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi seluruh elemen masyarakat,” jelasnya.

Dia menuturkan, saat hajatan digelar pastinya akan dihadiri oleh banyak tamu sehingga akan sulit mengetahui apakah tamu itu benar-benar sehat. Yang perlu diwaspadai saat ini adalah adanya potensi orang tanpa gejala (OTG) meskipun sudah diwajibkan mengenakan masker, mencuci tangan dan apabila dicek suhu tubuhnya. Selain itu, riwayat perjalanan tamu dari mana saja juga sulit diketahui.

“Kita ajak masyarakat untuk saling menjaga dan akhirnya saling mengingatkan. Ketentuan-ketentuan yang ada jangan dilanggar. Mohon bersabar dulu, mudah-mudahan kondisinya segera membaik dan pandemi segera berakhir. Dengan upaya bersama dari semua elemen, kita yakin pandemi segera berakhir,” imbuhnya.

Plt Bupati Wonogiri ini juga menyinggung terkait adanya peningkatan jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 pekan ini. Dimana para pasien terkonfirmasi positif itu didominasi dari klaster perjalanan dari kota besar zona merah.

“Kita perlu waspadai. Contohnya saja kemarin, satu hari ada empat warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal. Dari hasil tracing Tim Gugus Tugas, mereka merupakan klaster perjalanan dari Jakarta dan Bekasi. Oleh sebab itu, kami mohon agar masyarakat yang pulang kampung ataupun mau pergi ke kota besar ditunda dulu,” tandasnya.* [Tim-Khisan]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *