Bukan Keroyokan, Spirit Beladiri adalah Olah Raga dan Menjunjung Tinggi Sportifitas

Danrem 074/ Warastratama, Kolonel Inf Rano Tilaar. Foto: istimewa

 

FOKUSLINTAS.com — Korem 074/ Warastratama memastikan jajarannya terus menjaga komunikasi dan koordinasi dengan kelompok perguruan silat maupun organisasi masyarakat (ormas) di wilayah eks Karisidenan Surakarta.

Upaya ini dilakukan untuk menjaga kondusifitas Kota Solo lantaran spirit dari beladiri pencak silat adalah menjunjung tinggi sportivitas dan mental olah raga.

“Pengertian persaudaraan bukan membela yang salah dan membenarkan yang salah. Kami juga sudah menyampaikan ke anggota, bahwa kelompok pencak silat merupakan hal positif yang seharusnya dimanfaatkan,” terang Danrem 074/ Warastratama, Kolonel Inf Rano Tilaar kepada wartawan, Kamis (1/10) siang.

Menurutnya, nilai sportifitas tidak akan terwujud bila saling keroyok. Selain itu, nilai dari persaudaraan juga harus diartikan secara proporsional.

“Persaudaraan tidak buta, harus bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah,” tegas Rano.

Ia menceritakan pengalamannya bertugas di Timor-Timur yang saat ini sudah menjadi Timor Leste. Bahwa perguruan silat masih eksis. Namun, beberapa kali ada situasi destruktif yang disebabkan oleh anggota organisasi itu yang membuat citra buruk.

Bahkan, pimpinan tertinggi Timor Leste mengatakan akan memecat militer dan kepolisian jika masih bergabung dalam organisasi itu.

“Sehingga kami imbau agar ruh organisasi pencak silat dikembalikan. Pencak silat merupakan warisan nenek moyang dan olahraga. Seni bela diri dikembangkan dalam nilai olahraga. Nilai persaudaraan dalam organisasi silat bukan berarti buta, belajar dari Timor Leste jangan sampai terjadi di Soloraya,” jelasnya.* [Tim-Gus Ipam]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *