Menggelar Woyo-woyo Campursari, Hajatan di Gesi Sragen Dibubarkan Tim Gugus Tugas Covid-19 dan Gabungan

Acara hajatan dengan hiburan campursari di Dukuh Singge RT 15, Desa Poleng, Kecamatan Gesi (tim/polsek gesi)

 

FOKUSLINTAS.com – Tim gabungan dari Polsek, Danramil dan tim Kecamatan Gesi terpaksa membubarkan acara hajatan. Pembubaran dilakukan lantaran hajatan tersebut menggelar hiburan campursari.

“Tadi pagi dari petugas KUA sudah menyampaikan ijab qabul sudah digelar, ternyata siang hari kami dapat laporan malah campursarinan,” kata Kapolsek Gesi, Iptu Teguh Purwoko, Kamis (1/10).

Kapolsek menyampaikan, campursari digelar sebagai lanjutan usai prosesi ijab qabul di KUA pagi harinya. Hiburan campursari langsung dibubarkan saat tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Gesi datang dan mendapati ratusan tamu memadati lokasi hajatan.

Hajatan campursari yang dibubarkan itu adalah hajatan mantu yang digelar Sutris, warga Dukuh Singge RT 15, Desa Poleng, Kecamatan Gesi. Pembubaran dilakukan pukul 11.30 WIB oleh tim gugus tugas Covid-19 Kecamatan Gesi.

Kemudian tim juga mendapati ada pengunjung yang tidak mengenakan masker dan jaga jarak.

Iptu Teguh mengatakan, pembubaran terpaksa dilakukan lantaran pihak empunya hajat tidak mengindahkan ketentuan menggelar hajatan sesuai Peraturan Bupati (Perbup) 54/2020.

Saat pembubaran, Kapolsek didampingi Danramil, Kasi Trantib dan tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Gesi lainnya.

“Sebenarnya sudah jauh hari kami sampaikan berkenaan dengan situasi pandemi covid-19, prosesi hajatan pernikahan utamanya prosesi ijab qabul bisa digelar dengan ketentuan Perbup No 54. Yakni durasi maksimal 1,5 jam, cukup mengundang keluarga dan lingkungan sekitar saja. Tapi untuk hiburan atau seneng-senengnya dimohon bisa ditunda dulu nanti setelah pandemi covid-19 bisa dikendalikan,” papar Kapolsek.

Karena dibubarkan, ratusan tamu akhirnya buyar dan campursari dihentikan.*

[Tim-Bambang]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *