Jelang Pilkada 9 Desember, Santri Gayeng Wonogiri Deklarasi Dukung Josss

Deklarasi Santri Gayeng digelar disebuah rumah makan di Ngadirojo (net/ist)

 

FOKUSLINTAS.com — Secara blak-blakan, komunitas “Santri Gayeng” mendukung paslon bupati Joko Sutopo dan calon wakil bupati Setya Sukarno( Josss) memimpin Wonogiri lima tahun ke depan. Hal ini lantaran berkaca pada sepak terjang petahana yang selama ini dinilai mampu membawa dampak perubahan Wonogiri yang signifikan.

“Hari ini kami menggelar deklarasi, intinya Santri Gayeng mendukung Josss untuk kembali pimpin Wonogiri untuk lima tahun ke depan,” ungkap Koordinator Kabupaten (Korkab) Santri Gayeng Wonogiri, Triyono Pahang kepada wartawan, Minggu (4/10).

Menurut dia, kegiatan deklarasi tersebut digelar hari ini disebuah rumah makan di bilangan Kecamatan Ngadirojo. Dihadiri oleh perwakilan pengurus harian wilayah kecamatan atau Korcam di 25 kecamatan yang terdiri dari ketua, sekretaris dan bendahara. Adapun kegiatan tersebut dengan protokol kesehatan yang berlaku.

“Totalnya 75 peserta, ” ujarnya.

Dikatakan, selain dihadiri puluhan peserta, kegiatan itu juga dihadiri langsung oleh Ketua Umum Santri Gayeng Kabupaten Wonogiri, Kholid Mawardi Al Hafidz.

“Diantara kawan-kawan ini umumnya santri, ustadz pengasuh pondok pesantren maupun takmir masjid di wilayah mereka. Kita estimasikan setiap Korcam membawahi minimal 50 santri, malah ada seorang ustadz yang santrinya mencapai ribuan jumlahnya, ” bebernya.

Pria yang karib disapa Tri Pahang ini menuturkan alasannya mengapa anggota ‘Santri Gayeng’ siap memenangkan paslon Josss yang didukung PDI-P, Golkar, PAN, PPP dan PSI (39 kursi) pada Pilkada 9 Desember mendatang.

“Ini komitmen bahkan merupakan intruksi ketua umum pusat kami dalam setiap kontestasi politik mendukung pemerintah yang maju lagi sebagai incumbent atau petahana,” jelasnya.

Sosok paslon Josss, imbuh Tri Pahang, bagi dirinya adalah sebuah representasi dari pemerintah sehingga layak menang kedua kalinya. Selain itu, di era kepimpinan petahana, Wonogiri mengalami perubahan signifikan. Contohnya, era sebelum Joko Sutopo memimpin Wonogiri, angka kemiskinan masih bertengger di 13,2 persen. Namun kini, dengan berbagai kebijakan yang diterapkannya, angka kemiskinan menjadi 10, 7 persen.

Komunikasi Santri Gayeng Jateng umumnya dan Wonogiri khususnya sudah memiliki andil dalam pemenangan Jokowi-Maruf Amin dalam pilpres maupun Ganjar-Gus Yassin dalam Pilgub Jateng.

“Segenap anggota Santri Gayeng Wonogiri dan keluarganya sudah merasakan kepemimpinan Joko Sutopo dengan Panca Programnya yang mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat pedesaan,” tandasnya.* (Tim-Sukino)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *