Kabupaten Karanganyar Kembali Terpuruk ke Zona Merah Penularan Covid-19

Plt Kepala Dinkes Karanganyar Purwati (Raymond)

 

FOKUSLINTAS.com — Kabupaten Karanganyar kembali menyandang status zona merah penularan Covid-19 setelah sempat turun ke zona oranye. Kasus terinveksi dan kematian pasien yang cukup tinggi menjadikannya terpuruk ke level terkritis.

“Yang meninggal dan yang tertular jumlahnya tinggi. Ada 15 indikator. Semuanya memenuhi untuk zona merah,” kata Plt Kepala Dinkes Karanganyar, Purwati kepada wartawan, Selasa (6/10).

Status itu disandang Karanganyar per Senin (5/10). Status itu diperbarui tiap pekan. Selama beberapa pekan, statusnya zona oranye atau setingkat lebih baik daripada zona merah.

Berdasarkan data pada laman https://covid19.karanganyarkab.go.id/ hingga Selasa (6/10) mencapai 529 orang. Perinciannya, 51 orang rawat inap, 50 orang isolasi mandiri, 400 orang sembuh, dan 28 orang meninggal dunia. Kumulatif pasien suspek tercatat sebanyak 2.030 orang, dengan 69 orang masih rawat inap, satu orang isolasi mandiri. Sisanya 1.902 sembuh atau selesai pemantauan dan 58 suspek meninggal dunia.

Purwati mengatakan pernah mencatat penambahan kasus positif Covid-19 sampai 18 orang dalam sehari. Ia mengatakan kasus kematian terkonfirmasi Covid-19 kebanyakan dari pasien yang memiliki riwayat penyakit penyerta atau komorbid.

“Mayoritas terdeteksi komorbit atau penyakit penyerta Covid-19. Biasanya, mereka manula,” katanya.

Menurutnya, pelaku perjalanan jauh lebih banyak mendominasi penularan dibandingkan klaster tenaga kesehatan (nakes). Wilayah perkotaan paling banyak terlacak pasien positif maupun kontak eratnya. Wilayah perkotaan ini seperti Jaten, Tasikmadu dan Colomadu. Purwanti menyebut pola interaksi di perkotaan yang tinggi serta kepadatan penduduk mempengaruhi.

“Satu-satunya cara memutus rantai penularan Covid-19 dengan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan,” katanya.

Dari ctatan, Karanganyar pernah di status zona merah penularan Covid-19 beberapa bulan lalu sehingga membuyarkan rencana pembelajaran tatap muka di sekolah.*

(Tim-Joko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *