Tenaga Kesehatan Mulai Kelelahan, Warga Solo Diminta Taati Protokol Kesehatan

Petugas nakes melakukan pengecekan kondisi warga yang tiba dari zona merah corona. (Dok/ist)

 

FOKUSLINTAS.com – Sudah tujuh bulan berjalan kasus Covid-19 terjadi di Solo. Kasus Covid-19 tersebut sejauh ini belum ada tanda-tanda mereda.

Kondisi tersebut membuat tenaga kesehatan (nakes) di Solo mulai merasakan jenuh dan kelelahan. Hal tersebut dapat menurunkan imun dan rawan terserang penyakit.

“Memasuki bulan ke tujuh pasca penetapan KLB (Kejadian Luar Biasa) Covid-19 di Solo masih stabil tinggi. Kondisi ini mulai membuat nakes merasakan jenuh dan kelelahan,” ujar Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, Selasa (6/10).

Dikatakannya, selama beberapa hari terakhir di Solo jumlah kasus Covid-19 Solo didominasi penambahan dua digit. Banyaknya kasus baru ini membuat nakes khususnya di puskesmas mulai merasakan kelelahan.

“Mereka (nakes) selama ini melakukan tracing di lapangan setelah kasus baru positif Covid-19 terkonfirmasi. Padahal, jumlah klaster bertambah banyak dan ujungnya sangat panjang,” papar dia.

Dikatakannya, faktor kelelahan para nakes disebabkan mereka tidak hanya melakukan tracing dan pengawasan pasien positif Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri, tetapi mereka juga harus melaksanakan tugas pokok yakni program kesehatan lainnya.

Tugas lainnya yang dimaksud adalah program menekan persebaran demam berdarah dengue (DBD), program penanggulangan TBC (tuberculosis), program gizi bagi balita dan anak, serta program lainnya.

“Sekarang juga baru ada program BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah). Jadi wajar kalau mereka kelelahan,” tutur dia.

Melihat kondisi tersebut, kata dia, pihaknya mengajak masyarakat agar bisa membantu meringankan tugas nakes dengan menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, mengimbau pada masyarakat yang berkontak dengan pasien Covid-19 supaya jujur saat dilakukan tracking.

“Masyarakat harus jujur saat dilakukan tracing dan tertib melaksanakan instruksi dari nakes. Dengan sikap jujur kita meringankan beban nakes dan kasus corona di Solo bisa segera selesai,” katanya.

Ia menambahkan di lapangan masih ditemukan warga yang abai dan tidak mau swab, padahal masuk tracing. Satgas penanganan Covid-19 Solo juga menemukan sejumlah orang hasil tes swab belum keluar tetap nekat keluar rumah.* [Tim-Eko]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *