Bagi yang di Hina dan Diremehkan, Tenang.. Kesuksesan Menanti di Ujung Jalan?

Foto: Ilustrasi

 

FOKUSLINTAS.com – Terkadang kita mengakui memang tak bisa membuat semua orang suka kepada kita, secara kodrat menyadari bahwa kita mempunyai banyak keterbatasan dan kekurangan atas Takdir-Nya. Lalu kita sadar bahwa kesempurnaan itu hanya milik Dia.

Ada kalanya kita selayaknya harus menerima dari orang yang merasa tidak suka kepada kita, dari orang yang berhati kotor, iri, dengki, penfitnah, adu domba sampai kecemburuan sosial.

Meski hal itu sama sekali tidak dibenarkan, ketika hinaan datang kepada kita, sakit hati sudah pasti kita rasakan. Namun jangan pernah jadikan hal tersebut sebagai beban yang menghambat kita untuk berkembang.

Kita boleh dihina sekarang, dan kita boleh sakit hati. Namun jadikan itu sebagai pemicu semangat kita, untuk membuktikan kepada mereka yang pernah meremehkan tersebut, bahwa kita sama kuatnya dan akan lebih berhasil dari mereka.

“Sakit hati ketika dibully itu pasti, tapi ikhlaskan hati untuk menjalani. Ada imbalan tersendiri dari ketabahanmu.”

“Bodo amat si kamu!”

“Eh, jangan deket-deket! Najis aku deket sama kamu,”

“Dasar orang miskin, tolol, gak punya apa-apa, nyesel aku deket kamu. Ternyata fakta gak ada dan kamu pria payah”

Bayangkan saja bagaimana sakitnya saat ada orang yang ngomong seperti itu kepada kita. Rasanya jelas bikin sakit hati dan perih. Yang bikin kesel lagi, ketika kita ngelawan dan bales hinaannya, kita akan kena bully yang lebih hebat lagi. Kalo udah gitu kita bisa apa?

Ini memang terasa berat, tapi kita perlu ikhlas dalam menerimanya. Daripada marah-marah dan bikin ulah, malah kita akan dibully yang lebih gila lagi.

Tenang saja, biasanya jika kita malah sabar, mereka akan mundur dengan sendirinya kok. Kalaupun mereka gak mundur, kesabaran kita akan berbuah kok nantinya. Yah, emang gak langsung sekarang sih. Tapi bukankah ada pepatah, “Orang sayang disayang Tuhan”. Yakin, Tuhan akan memberikan imbalan.

“Mereka yang menghina tak selalu lebih baik dari kita. Bisa saja mereka hanya iri, dengki dan hatinya penuh kekotoran.”

“Hahahahahaha gayamu norak banget, sih,”

“Lah, pantes kan. Norak kayak orangnya. Hahahaha,”

Mungkin kita pernah dapet hinaan yang seperti itu? Hinaan yang isinya mengomentari apa yang kita lakukan, apa yang kita kenakan, dan apa yang kita bicarakan sampai kerjakan? Jika pernah gimana rasanya? Sakit kan, ya. Tapi jangan biarkan rasa sakit tersebut membuat kita larut berlama-lama.

Kita harus tetap positif dalam menghadapi hinaan yang diberikan oleh mereka. Cara gampangnya, anggap aja mereka debu dengan tebal mau mengotori baju kita.

Hinaan bukan cuman berarti kita jelek dan tak layak untuk dikagumi. Bisa jadi malah karena kita berbeda dan spesial sehingga mereka tidak suka dengan keadaan kitq. Itulah kenapa kita gak perlu sampai memasukkan ke hati hinaan yang kita terima.

“Setidaknya dengan mereka menghina kita, artinya mereka juga memperhatikan. Apapun itu, ambil sisi positif dari setiap hinaan yang ditujukan kepada kita.”

Meski kita dibully, dihina, dan dicerca dengan gencar oleh mereka-mereka yang membenci kita, kita gak perlu takut apalagi sampai depresi. Cukup tabah dan lihat segalanya dari sisi positifnya. Hinaan yang mereka lancarkan pada kita adalah buah observasi yang mereka lakukan tiap hari. Jadi ya anggap aja mereka mereka perhatian kepada kita.

Jangan khawatir juga ketika mereka terus menghujani kita dengan cacian. Itung-itung kita memberikan mereka kerjaan buat mikir tiap harinya. Lagian dengan mendapat hinaan dari mereka, kita bisa dapet transferan pahala jika kita mau sabar dan tabah saat menghadapinya.

“Pada akhirnya, orangtua memang yang selalu mengerti. Bercerita kepada mereka tentang hal yang kita risaukan bisa jadi solusi.”

Bahkan dalam tiap kesabaran dan ketabahan yang kita jalani, kita pasti masih merasa sakit hati setelah dibully. Di luar sana bisa saja kita tampak biasa dan tanpa beban, tapi dalam hati orang tak ada yang tau, kan? Mungkin pada suatu titik kita akan merasa tertekan atas segala hinaan. Kesal, marah dan sakit hati pasti menghampiri.

Namun kita tak perlu terlalu khawatir. Ada orangtua yang selalu setia mendengar, menasehati, dan mendampingi. Kita bisa cerita segala keluh kesah yang kita rasa.

Orangtua akan selalu berusaha membantu dan memberi saran. Bahkan saat satu dunia menghina kita, Ayah dan Ibu akan tetap berusaha mendukung dan menguatkan. Mereka akan selalu menjadi pendukungmu nomor satu.

“Bullyan dan hinaan itu bukan akhir dunia. Ingat, yang penting adalah pembuktian di masa depan.”

“Hadeeeh… Gitu aja gak bisa!”

“Orang kayak kamu mah gak bakal jadi apa-apa!”

“Paling juga ntar gak bisa jadi orang, temen-temenmu aja orang rendah bukan pegawai..paling juga gitu-gitu aja ”

Pernyataan yang meremehkan kita memang terdengar menyakitkan. Bahkan ada yang sangat menusuk hingga kita merasa tak mampu lagi untuk menghadapi dan bersiap untuk menyerah dengan kehidupan yang keras ini. Kita mulai ragu apa benar kita bisa melakukan sesuatu?

Tapi sebenarnya kita tak perlu takut. Hinaan yang kita terima bukan akhir dari segalanya. Meski memang terasa berat, kita tetap harus semangat. Buktikan bahwa hidup ini bisa bermanfaat. Berusahalah lebih giat demi mencapai cita-cita. Banyak contoh yang sudah terjadi. Ketika hinaan dan bully berubah jadi motivasi.

“Mereka yang dulunya punya keterbatasan bisa berhasil dengan jerih payahnya. Kalau mereka bisa, kita juga pasti bisa!”

Masih ingat mendiang Walt Disney yang dihina karena dia punya ide yang berbeda? Mendiang Walt Disney dihina karena tak bisa menggambar dengan benar. Gambarnya bahkan ditolak dimana-mana dengan alasan dia tak berbakat dan tak punya imajinasi. Kasus serupa juga dialami oleh Michael Jordan. Dia ditolak masuk klub basket karena tingginya tak cukup untuk ukuran pemain basket.

Tapi toh mereka sudah membuktikan pada dunia bahwa hinaan yang mereka terima bisa berakhir manis dengan usaha dan kerja keras tak kenal lelah. Kalau mereka bisa, kenapa kita tidak? Setidaknya kita bisa menjadikan mereka sebagai motivasi agar hidup kita kedepannya bisa lebih berarti.

Nah, bagi kita yang sering mendapat hinaan karena berbeda, tak perlu larut dalam kesedihan yang berlama-lama. Apalagi sampai depresi dan menyerah dengan masa depan.

Kita tetap harus bersabar dan semangat untuk menjalani hidup. Buktikan bahwa nanti kita bisa membuat orang yang dulu menghina kita terbungkam dengan prestasi yang kita miliki!  (Khisan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *