DPRD Sragen di Geruduk, Para Pedagang Alun-alun Menolak Lokasinya di Relokasi

Pedagang sekitar Alun-Alun Sasana Langen Putra Sragen saat beraudiensi dengan DPRD Sragen (dok/tim)

 

FOKUSLINTAS.com — Ratusan pedagang di kios sekitar Alun-alun Sasana Langen Putra Sragen mendatangi Gedung DPRD Sragen. Mereka menolak wacana pemindahan ke lantai dua bangunan baru Pasar Kota kalau nanti sudah direvitalisasi.

“Semua ada tiga paguyuban. Totalnya ada sekitar 160 pedagang. Semua menolak dan tetap ingin bertahan di lokasi semula. Intinya kami ingin tetap berjualan di lokasi sekarang,” kata Tokoh Paguyuban Pedagang Sasana Langen Putra, Sragen, Ganjar Adi, baru-baru ini.

Ganjar menyampaikan, penolakan itu didasari atas kekhawatiran jika relokasi akan berdampak pada masa depan pedagang. Sebab berkaca dari beberapa pasar di Sragen, seperti Pasar Kota dan Pasar Bunder selama ini lantai duanya kosong dan tidak banyak difungsikan.

“Dari sisi lain, kami juga sulit sekali, apalagi kondisi saat ini lagi Covid-19, pendapatan sangat sepi. Kemarin sistem satu arah saja, pendapatan kami jauh sekali menurun. Sampai kios saya saja saya tutup. Makanya saran kami, revitalisasi silakan tapi kami jangan dipindah. Itu saja,” tandas Ganjar.

Para pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Sasana Langen Putra Sragen itu menolak pemindahan ke lantai dua, karena akan berdampak menurunkan pendapatan mereka dan semakin mematikan Alun-Alun Sragen.

Ketua Komisi II DPRD Sragen, Hariyanto mengatakan, pihaknya akan memfasilitasi pertemuan lanjutan atau rapat kerja gabungan dengan menghadirkan pimpinan DPRD, perwakilan PKL, Disperindag, Dishub dan Bapedda pada pertemuan lanjutan atau rapat kerja gabungan DPRD. Direncanakan pertemuan itu pada Senin (12/10) mendatang.

Sementara, Ketua DPRD Sragen, Suparno menyampaikan, akan menampung aspirasi mereka. Nantinya aspirasi akan disampaikan kepada dinas terkait untuk dilakukan kajian dan pembahasan lebih lanjut.* [Tim-Sari]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *