Sejumlah Pabrik di Kunjungi, Gubernur Ganjar: Jangan Ada PHK ya?

Di tengah gowes pagi, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meninjau pabrik (humas jateng)

 

FOKUSLINTAS.com — Di sela bersepedaria alias gowes, Kamis (8/10) pagi, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunjungi dua pabrik, PT Arindo Garmentama di Jl Karya Kencana Blok K/9 dan PT Marimas Putera Kencana di Jl Candi I Blok D21. Kunjungan itu untuk memastikan bagaimana kondisi di beberapa pabrik pada masa pandemi Covid-19, sekaligus melihat produksi dan berbincang dengan para buruh.

“Untuk memastikan saja bagaimana kondisi yang ada di beberapa pabrik, terus kita ingin tahu kondisinya (buruh). Ini di Marimas, mereka masih kerja, masih tiga shift, bayarannya masih rutin,” kata Ganjar Pranowo –seperti dilansir laman humas.jatengprov.go.id.

Ia berpesan kepada para buruh dan pengusaha untuk meningkatkan kekompakan dan komunikasi yang baik, khususnya pada masa sulit Pandemi Covid-19. Jika ada persoalan, diharapkan bisa dikomunikasikan dengan baik antara buruh dengan pengusaha.

“Situasi sedang tidak bagus kok, semua orang tahu, maka hubungan industrial menjadi penting. Saya sampaikan kalau ada persoalan tentang perburuhan ngobrol dengan manajemen, kurang marem (puas) ngobrol sama pemilik. Duduk bareng, ono rembug ya dirembug (ada masalah ya dibahas) sehingga nanti kondisi susah ini, susah-senang akan dirasakan bersama,” pesan Ganjar.

Sementara dalam kunjungan di PT Arindo Garmentama, Ganjar melihat produksi yang dikerjakan oleh separuh karyawan dengan sistem pembagian waktu kerja menyesuaikan standar protokol kesehatan. Pabrik garmen itu selama pandemi ternyata sepi orderan dan nyaris tidak ada sama.

“Tadi saya tanya orderannya masih ada apa tidak, ternyata sepi. Pemiliknya mencoba survive dengan mencari buyer baru atau diversifikasi usaha yang dulu menjahit baju sekarang jahit tas. Penting ada proyek katanya. Sekarang ada prospek dan mulai November sudah on lagi dengan kapasitas full 100 persen,” ujarnya.

Tidak Lakukan PHK

Pada kesempatan itu, Ganjar juga mengingatkan para pengusaha agar tidak ada PHK di tengah kondisi sulit ini. Seberat apa pun itu harus dipikul dan dirasakan bersama, baik buruh maupun manajemen. Dalam penyampaian aspirasi juga harus dilakukan dengan komunikasi yang baik dan tidak merusak.

“Saya titip kepada pengusahanya, jangan ada PHK ya. Seberapa berat itu kita sangga bersama agar kemudian kesejahteraan kita bisa lebih baik. Bathine okeh ya mundhak gajine, ngono ya, Bos? (Untungnya banyak ya naik gajinya, begitu ya, Bos?) Kemudian kalau lagi kondisi ordere ora enek ya piye carane (ordernya tidak ada ya bagaimana caranya) dinikmati bersama,” katanya.* [Tim-Joko]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *