Ribuan Pendemo di Tangkap, 87 Orang di Tahan dan 240 Proses Pidana

Peserta aksi demo penolakan UU Cipta Kerja (Omnibus Law) yang diamankan aparat (Foto Istimewa)

 

FOKUSLINTAS.com — Polri mengamankan sebanyak 5.918 pelaku unjuk rasa penolakan Undang-Undang Cipta Kerja di seluruh Polda Jajaran. Ribuan pendemo itu ditangkap lantaran diduga membuat kericuhan.

“Dalam aksi berujung anarkis, Polri menangkap 5.918 orang,” terang Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam keteranganya, Sabtu (10/10).

Diantara ribuan orang yang ditangkap itu, sebanyak 240 orang dinaikan statusnya ke tahap penyidikan atau dengan kata lain dilakukan proses pidana.

“Sementara 153 orang masih dalam proses pemeriksaan, 87 orang sudah dilakukan penahanan,” jelas Argo.

Mantan Karo Penmas Divisi Humas Polri ini menekankan, penegakan hukum terhadap pendemo yang diduga melakukan tindak anarkis sebagai upaya Polri menjaga wibawa negara sekaligus memelihara ketertiban dan keamanan masyarakat.

Pihaknya mengimbau kepada elemen masyarakat untuk menyalurkan penolakan UU Cipta Kerja sesuai jalur hukum yang tepat yakni melalui Mahkamah Konstitusi (MK).

Sementara itu, Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, secara umum kondisi di wilayah hukum Jawa Tengah kondusif dan terkendali.

“Kondisi Jateng terkait penolakan UU Cipta Kerja ini kondusif,” tegas Luthfi.

Polda Jawa Tengah mengamankan 97 orang dalam aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja di wilayah Jawa Tengah. Mereka diduga melakukan perusakan fasilitas umum mulai dari kendaraan hingga fasilitas umum.* [Tim-Eko S]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *