Aksi Demo Ricuh, Enam Anggota Polri dan Tiga Personel TNI Masih Dirawat di RS

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Nana Sudjana | infopublik

 

FOKUSLINTAS.com – Demo penolakan omnibus law UU Cipta Kerja di Jakarta, Kamis (8/10) lalu mengakibatkan sejumlah personel TNI dan Polri terluka. Bahkan beberapa diantaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Ada 29 anggota Polri yang luka- luka dan sampai saat ini masih ada enam yang masih dirawat di Rumah Sakit Kramat Jati dan tiga anggota TNI yang rawat inap. Juga korban- korban dari masyarakat,” ujar Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Nana Sudjana dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (12/10), sebagaiman dilansir dari laman infopublik.id.

Selan itu, demo yang berakhir ricuh ini mengakibatkan beberapa kendaraan dan fasilitas umum rusak diantaranya, 25 halte TransJakarta, satu lobi kantor ESDM, pos pengamanan, fasilitas sepeda umum untuk car free day, pagar lampu, tiga mobil di proyek Pasar Senen dan Bioskop Grand Theatre Jakarta.

Massa juga merusak 18 pos polisi, pos lantas, kendaraan roda 4 dinas di Polres Tangerang Kota, kendaraan dinas raimas dan kendaraan dinas sabhara. Nana mengatakan, Kepolisian telah menetapkan 54 tersangka terkait aksi ricuh ini.

“Dari hasil pemeriksaan, ada 135 orang yang berpotensi ke tingkat penyidikan. Dari data itu, yang sudah ditingkatkan ke proses penyidikan sebanyak 83 orang kemudian 54 orang ditetapkan sebagai tersangka,” ujar dia.

Meski ada 54 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, pihak kepolisian hanya melakukan penahanan terhadap 28 orang.

Untuk tersangka lainnya masih berstatus pelajar dan di bawah umur. Pihak kepolisian pun telah memulangkan para pelajar tersebut kepada orangtuanya dengan terlebih dahulu membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.* [Tim-Han]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *