Hari Pertama PSBB Transisi, Pengguna KRL Naik 7 Persen

KRL Solo-Yogyakarta Beroperasi Oktober
ilustrasi (sumber: wikipedia)

 

FOKUSLINTAS.com — Pemprov DKI Jakarta kembali memberlakukan PSBB Transisi. Pada hari pertama, Senin (12/10) jumlah pengguna KRL mengalami kenaikan. Padahal PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) masih mengoperasikan 933 perjalanan KRL setiap harinya dengan 91 rangkaian kereta.

“Pada hari pertama masa PSBB Transisi ini, jumlah pengguna KRL hingga pukul 07.00 WIB tercatat 70.634 orang. Jumlah ini meningkat 7 persen dibandingkan waktu yang sama pada Senin pekan lalu,” ungkap VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba, Senin (12/10), yang dilansir dari laman infopublik.id.

Adapun stasiun-stasiun yang mencatat kenaikan jumlah pengguna antara lain Stasiun Bogor (6.719 pengguna, naik 20 persen dibanding waktu yang sama pekan lalu), Stasiun Bekasi (3.817 pengguna, naik 6 persen), dan Stasiun Depok (3.312 pengguna, naik 10 persen). Meskipun demikian beberapa Stasiun mencatat jumlah pengguna turun, misalnya Stasiun Rangkasbitung (2.262 pengguna, turun 5 persen).

Menurut Anne, meski ada kenaikan, situasi di stasiun pada Senin pagi ini relatif kondusif dengan antrean dan penyekatan yang diatur oleh petugas, agar physical distancing diantara para pengguna tetap terjaga.

Tren volume pengguna pada pagi hari ini juga menjadi salah satu pertimbangan KCI dalam mengevaluasi rencana pola operasi perjalanan KRL pada masa PSBB Transisi kali ini. Jika dianggap perlu perpanjangan jam operasional KRL, maka KCI akan menginformasikan perubahan tersebut secepatnya.

PT KCI menghimbau para pengguna agar bersiap memasuki musim penghujan dan membawa perlengkapan tambahan saat hendak keluar rumah antara lain jas hujan atau payung, dan gunakan sepatu yang tidak licin. Ingat juga untuk memeriksa prakiraan cuaca harian sebelum beraktivitas.

Agar para pengguna KRL dapat kembali beraktivitas dengan produktif dan aman pada pagi masa PSBB Transisi ini, KCI tetap menerapkan berbagai protokol kesehatan dengan ketat di stasiun maupun di dalam KRL.

“Seluruh pengguna wajib menggunakan masker yang terbukti efektif mencegah droplet, atau cairan yang keluar dari mulut dan hidung. Pengguna juga wajib menjaga jarak, mengikuti pengukuran suhu tubuh, dan sangat dianjurkan mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun sebelum maupun sesudah naik kereta. KCI berterima kasih atas dukungan dan kerja sama dari seluruh pengguna KRL dalam upaya bersama menekan penyebaran Covid-19,” beber Anne.* [Tim-Han]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *