Puluhan Orang di Solo Jadi Korban Arisan Online, Total Kerugian Ratusan Juta

Korban arisan online fiktif saat berbincang dengan wartawan di Shelter Manahan, Solo (dok/tim)

 

FOKUSLINTAS.com — Sebanyak 43 orang diduga menjadi korban arisan online fiktif. Total kerugian ditaksir mencapai ratusan juta ruliah.

“Kami tertarik mengikui arisan online tersebut lantaran diiklankan melalui influencer Instagram. Lalu, saya telusuri nomor yang tertera itu. Setelah itu, berlanjut melalui chat aplikasi pesan WhatsApp. Saya chat, jawabannya enak dan responsif. Akhirnya, saya tertarik,” terang salah seorang korban, NZ saat berbincang dengan wartawan, Selasa (13/10).

Dari pengakuan NZ, sejak bulan Juni 2020, arisan berjalan lancar. Nilai arisan bervariasi Rp 500.000 hingga Rp 10 juta sampai lelang arisan. Arisan online menggunakan sistem menurun. Pemenang lelang arisan menerima Rp 500.000 hingga Rp 900.000. Namun hingga September lalu, pelaku menghilang. Ia menyebut sebelum menghilang, pelaku sempat menyampaikan ke grup Whatsapp jika sedang dilanda kesulitan keuangan dan memastikan akan menggantikan uang itu.

“Katanya mau diselesaikan kekeluargaan tetapi seluruh nomor tidak aktif. Terpaksa kami mengadukan ini ke kepolisian. Uang kami tidak sedikit, rata-rata belasan juta. Total sampai Rp 400 jutaan kerugian para korban,” ujarnya.

Sementara itu, kuasa hukum korban arisan online dari LBH Soloraya, I Made Ridho mengaku telah berkonsultasi dengan Polresta Solo. Hasilnya, ia diminta untuk mencoba melaporkan ke Polda Jateng atau Ditreskrimsus. Namun ia berupaya agar kasus ini dapat ditangani oleh Polres setempat agar koordinasi lebih mudah.

“Sudah kami laporkan ke Polresta Solo, kami berharap kasus ini segera ditindaklanjuti,” katanya.* [Tim]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *