Senayan Bersuara saat PA 212 Ambil Giliran Demo UU Cipta Kerja

Senayan Bersuara saat PA 212 Ambil Giliran Demo UU Cipta Kerja. Source dtk

FOKUSLINTAS.com – Setelah buruh dan mahasiswa, giliran Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI demo menolak UU Cipta Kerja. Unjuk rasa PA 212 menyedot perhatian kalangan DPR.

Ketum PA 212, Slamet Maarif, awalnya menyebut aksi ini akan dihadiri ribuan orang.

“Aksi ini nantinya akan dilakukan pada 13 Oktober 2020, dimulai pukul 13.00 WIB. Aksi disebut akan dilakukan di depan Istana Negara, dengan titik kumpul di Patung Kuda,” kata Slamet.

Selain tolak RUU Cipta Kerja, kata Slamet, ada beberapa poin yang akan disuarakan PA 212 diantaranya, selamatkan NKRI dan kaum buruh, tolak RUU HIP/BPIP dan bubarkan BPIP, serta ganyang china komunis si dalang.

Slamet juga menyebut telah mengirimkan izin demo ke kepolisian.

Dalam kesempatan terpisah, Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin mengatakan aksi ini merupakan aksi ulangan atas penolakan UU Cipta Kerja karena sebelumnya telah dilakukan aksi serupa.

Menurut dia, aksi ini bertujuan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan Perppu pembatalan karena diduga terdapat unsur penipuan dalam pengesahan UU Cipta Kerja.

Menanggapi aksi PA 212, sejumlah anggota Dewan angkat suara.

Anggota Baleg DPR RI F-PDIP Arteria Dahlan tak masalah dengan aksi 212. Namun, dia mengingatkan soal manfaat dari demo tersebut.

“Saudara-saudaraku PA 212 yang sangat saya cintai dan hormati. Saya pada prinsipnya tidak berkeberatan, silakan saja untuk berunjuk rasa Indonesia negara demokrasi, kebebasan mengeluarkan pendapat, berserikat dan berkumpul dijamin oleh konstitusi. Tapi mohon juga dipikirkan banyak mana manfaat apa mudharatnya?” kata Arteria Dahlan kepada wartawan, Senin (12/10).

Arteria menyampaikan alasannya mengapa demo terkait UU Cipta Kerja saat ini tak tepat dilakukan. Dia mengatakan karena saat ini masih pandemi virus Corona (COVID-19) dan khawatir demo PA 212 dkk ditunggangi pihak tak bertanggung jawab.

Namun, bila PA 212 dkk bertekad bulat menggelar aksi tolak UU Cipta Kerja, Arteria meminta aparat keamanan membantu kelancaran. Hal itu agar aksi berjalan lancar dan tertib.

Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily juga mengimbau aksi PA 212 dkk ini disampaikan dengan damai dan tertib.

“Kami menghormati jika ada pihak-pihak yang ingin menyampaikan aspirasi dan keberatan terhadap UU Cipta Kerja. Hak setiap warga negara untuk menyampaikan aspirasi politiknya,” kata Ace.

Ace berharap aksi PA 212 dkk menolak UU Cipta Kerja tak berujung perusakan fasilitas publik, seperti halnya aksi demo pekan lalu oleh kelompok mahasiswa. Aspirasi PA 212 dkk dapat disampaikan dengan damai.

Ace menyarankan sebelum turun aksi, lebih baik PA 212 dkk membaca naskah UU Cipta Kerja secara menyeluruh. Sebab, menurut Ace, UU Cipta Kerja bertujuan baik untuk iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi.

Ace mengatakan UU Cipta Kerja ini untuk generasi penerus bangsa agar tak terperangkap dalam penghasilan menegah. Ace pun menyarankan PA 212 dkk mengambil jalan konstitusional lainnya dengan mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Sedangkan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI Ahmad Ali meminta peserta aksi untuk memahami substansi dari penolakan terhadap UU Ciptaker.

Ali mengatakan penyampaian pendapat merupakan hak warga negara. Menurutnya, hal ini juga telah diatur dalam undang-undang.

Waketum NasDem ini mengimbau agar peserta demo untuk tidak menjadi anarkis. Ia juga meminta agar protokol kesehatan tetap dipatuhi.

Ali juga mengatakan UU Ciptaker telah mengakomodir kepentingan para buruh. Ia pun menyarankan agar masyarakat dapat melakukan judicial review terhadap omnibus law UU Ciptaker.

Dihubungi secara terpisah, Wakil Ketua Fraksi Nasdem DPR RI, Willy Aditya mengingatkan agar aksi tersebut dapat berjalan dengan tetap menjaga ketertiban umum dan tidak merusak fasilitas umum (fasum)

“Asal aksinya dengan tetap mengindahkan berbagai ketentuan yang ada dan tetap menjaga ketertiban umum dan fasilitas publik. Jangan lagi sampai terjadi perusakan fasum seperti kemarin,” ucap Willy.

Sementara itu, Partai Gerindra menghormati keputusan PA 212 dkk itu.

Gerindra berharap peserta aksi yang tergabung dalam PA 212 dkk menaati protokol kesehatan. Gerindra yakin demo PA 212 dkk menolak UU Cipta Kerja berjalan dengan tertib.

“Kami berharap rekan-rekan yang akan berdemo mentaati protokol kesehatan dan ketentuan yang berlaku. Kalau PA 212 saya yakin demonya tertib, selama ini mereka nggak pernah bikin onar,” ucap anggota Komisi III DPR RI ini.

Habiburokhman juga berpesan agar aparat keamanan bertindak humanis. Aparat diharapkan tak represif kepada para pendemo.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Fraksi PPP DPR RI, Arsul Sani meminta agar penyampaian pendapat melalui aksi demonstrasi yang melibatkan banyak massa sebaiknya tidak dilakukan.

“Ya dengan mengikuti apa yang diserukan oleh PBNU dan Muhammadiyah, maka, seyogianya demo sebagai bentuk penyampaian sikap dan aspirasi tidak usah dilakukan, apalagi jika melibatkan massa yang besar,” kata Arsul kepada wartawan pada Senin (12/10).

Arsul mengimbau agar para tokoh yang menginisiasi demo dapat kembali mempertimbangkan situasi pandemi COVID-19 yang masih mewabah.

Dia juga mengingatkan adanya potensi demo yang kemungkinan dapat diprovokasi oleh pihak tertentu.

“PPP meminta para tokoh tersebut yang menginisiasi demo juga perlu mempertimbangkan pandemi COVID-19 ini, juga kemungkinan terjadinya tindakan anarkis dan perusakan yang diprovokasi oleh para provokator yang memanfaatkan emosionalitas massa demo,” ujar Arsul. * [Han]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *