Disebut Golo Samudro, Wadak Cumeti Bertuah Ini di Percaya Milik Sunan Kalijogo

Golo Samudro Wadak Cumeti Bertuah Milik Sunan Kalijogo. Foto/Ist

 

FOKUSLINTAS.com – Tanaman Rotan berasal dari bahasa melayu yang berarti nama dari sekumpulan jenis tanaman famili Palmae yang tumbuh memanjat dan disebut Lepidocaryodidae (Yunani = mencakup ukuran buah) merupakan sekelompok palma dari puak (tribus) Calameae yang memiliki habitus memanjat, terutama Calamus, Daemonorops, dan Oncocalamus. Puak Calameae sendiri terdiri dari sekitar enam ratus anggota, dengan daerah persebaran di bagian tropis Afrika, Asia dan Australasia. Puak ini termasuk pula marga Salacca (misalnya salak) Metroxylon (rumbia/sagu), serta Pigafetta yang tumbuh secara memanjat.

Namun lepas dari pengertian diatas ternyata, batang rotan memiliki segudang khasiat atau kegunaan bagi kehidupan manusia. Adapun dari berbagai kegunaan tersebut diantaranya, sebagai bahan matrial rumah tangga seperti kursi meja kranjang dan lain sebagainya. Selain itu, batang rotan muda juga dapat digunakan sebagai bahan utama masakan berkelas.

Akan tetapi pada kesempatan ini, sejarah-budaya.com akan mengupas fungsi rotan dari sisi energi magis keberuntungan yang terkandung didalamnya.

Selain memiliki fungsi kasat mata ternyata, rotan juga memiliki khasiat energi yang tak kasat mata. Hal ini dibuktikan dari adanya gesekan air disela serat yang mengalir deras dari pangkal hingga ujung batangnya. Gesekan aliran air yang membentur diseluruh dinding batang tersebutlah yang menciptakan energi medan maghnetik dan menggumpal memenuhi dinding daging rotan. Namun, jika gesekan air yang berefek energi tersebut berjalan sesuai kodratnya maka, energi yang dihasilkan masih sebatas manfaat pada rotan itu sendiri (belum dapat terpancar keluar).

Nah, lalu rotan yang bagaimana yang dapat memancarkan energi sehingga, dapat digunakan oleh kehidupan manusia,,,,?. Tentunya hal ini sangat kontrofersial dan memiliki jawaban luas dan beragam.

Frak Hanberg seorang peneliti kimia dari Irlandia menjelaskan dalam karya bukunya. Bahwa, rotan yang pertumbuhannya tidak sesuai kodrat pertumbuhan atau cacat, sesungguhnya pancaran energi didalamnya akan terpecah dan keluar dari dalam tubuh / batang rotan tersebut. Sehingga pancaran energi bio magnetik yang keluar, dapat disingkronkan dengan energi manusia dengan cara mendekatkan kedua media tersebut (rotan dan manusia). Adapun jenis rotan bagi kalangan supranaturan Indonesia Jawa khususnya, yang digolongkan sebagai pemancar energi diantaranya, rotan bercabang (golo samudro), rotan temu ruas (paniling sembunyu) rotan bertumpuk ruas (gelap ngampar), rotan berlubang ruas (pamengkang jagad) dan masih banyak lagi jenis lainnya.

Adapun beberapa manfaat dari rotan bercabang salah satunya dapat digunakan sebagai penambah kewibawaan bagi yang memakainya.

Pada jaman dulu, rotan ini dipakai para pendekar suku dayak saat berperang, diikatkan di senjata mandaunya sebagai perunduk yang diyakini membuat musuh lemah tak berdaya tanpa ada perlawanan, juga membuat sang pendekar kebal terhadap segala jenis senjata musuh. Banyak cerita mistis yang berhubungan dengan benda ini, rotan bercabang juga dikenal mempunyai kekuatan untuk meredam energy negative paling mantap, penangkal santet dan beribu manfaat lainnya.

Rotan bercabang ini adalah rotan sigi / rotan taman yang di kalimantan terkenal sebagai rotan dengan kualitas terbaik.
Bagi yang tau pasti sudah tidak asing lagi dengan kehebatannya.

Selain itu, banyak diantara Waliullah tanah Jawa yang memanfaatkan energi rotan bercabang ini sebagai pendukung media dakwah. Seperti halnya cambuk atau Cumeti sakti yang digunakan Sunan Kalijogo yang bernama Cumeti Somandiman. Dimana, Cumeti yang terbuat dari rotan dan dianyam dengan benang sutra tersebut, dipercaya bercabang dibagian pangkal gagangnya.

Menurut Kyai Muttaqin yang masih keturunan ke 116 dari Sunan Kalijogo, Cumeti tersebut biasa digunakan oleh R. Sahid mana kala sedang menghadapi ribuan tentara siluman. Pernah pada masa itu kakek dari Kyai Muttaqin menggunakan cumeti tersebut untuk menghalau banjir di daerah Rembang. Dimana, pada saat itu cumeti tersebut dicambukkan pada banjir yang mengamuk dipermukiman warga. Al hasil air bah banjir dahyat itu berbalik arah dan melewati pematang sawah sehingga permukiman yang seharusnya merusak kampung, dapat luluh dan kembali kealiran sungai.

Sayangnya sejak kejadian tersebut Cambuk sakti itu hilang bak ditelan bumi hingga saat inipun belum jelas dimana rimbanya.

Namun diera globalisasi saat ini, cukup banyak kita jumpai pusaka rotan palsu yang beredar di pasaran. Perlulah kita ketahui bagi segenap koleksioner pusaka untuk mengetahui keaslian barang yang ingin dimiliki.

Adapun cara pengetesan rotan bercabang pusaka langka asli alam ini dapat dengan cara direbus. Hal ini dapat dilakukan karena Rotan bercabang Palsu banyak dibuat dengan cara menyambungkan kedua ruas dengan lem kayu sehingga jika direbus, lem kayu akan meleleh dan mengakibatkan sambungannya lepas.

Terlepas dari adanya kepercayaan diatas perlulah kita bersama lebih mengutamakan kekuatan Tuhan semesta alam diatas segalanya. Terkait dengan adanya kekuatan lain terhadap benda maupun mahluk lain, jadikan semuanya sebagai sarana perantara kekuatan yang juga dari sang pencipta. (Awi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *