5 Hal yang Tidak Bakal Dilakukan oleh Para Pemalas, Anda Tergolong yang Mana?

Foto: dok/ist

FOKUSLINTAS.com – Setiap orang pasti pernah merasa malas karena kurang motivasi untuk melakukan suatu hal. Namun jika Anda membiarkan diri menjadi pemalas, Anda akan rugi sendiri, lho.

Mari simak ciri-ciri golongan pemalas melalui rubrik berikut ini dan cara mengatasinya agar kita tidak menjadi seorang pemalas. Selamat membaca!

5 Hal yang Tidak Bakal Dilakukan oleh Para Pemalas
#1 Melakukan Perencanaan
#2 Mengerjakan yang Prioritas
#3 Berkata “Tidak”
#4 Memiliki Komunitas yang Membangun Dirinya
#5 Percaya pada Diri Sendiri

Psikologis Seorang Pemalas
Rasa malas pasti pernah dialami oleh setiap orang. Tidak adanya motivasinya untuk melakukan sesuatu membuat seseorang cenderung pasif dan tidak mau bekerja.

Malas membuat orang menjadi tidak produktif. Badan terasa lesu, semangat dan gairah menurun, ide pun tak mengalir.

Akibatnya, tidak ada kekuatan apapun yang membuat Anda bisa bekerja. Kalau dibiarkan saja, penyakit malas ini akan semakin ‘kronis’.

Tentu saja kita akan menuai penyesalan jika tidak mengubah sifat malas tersebut.

Rasa malas diartikan sebagai keengganan seseorang untuk melakukan sesuatu yang seharusnya atau sebaiknya dia lakukan.

Termasuk di dalamnya adalah menolak tugas, tidak disiplin, tidak tekun, rasa sungkan, suka menunda sesuatu, mengalihkan diri dari kewajiban, dan lain sebagainya.

Ciri-ciri Pemalas
Berikut ini ciri pemalas yang dapat dilihat dari aktivitasnya seharian:

Bangun tidur, hanya lihat jam atau mematikan alarm, kemudian kembali tidur.
Sudah bangun tidur, hanya duduk saja di atas kasur, tidak lekas melakukan aktivitas.
Meng-order makanan pakai jasa online karena malas untuk pergi.
Seharian hanya membuang waktu dengan membuka gadget tanpa melakukan aktivitas yang bersifat produktif.

Apakah Anda juga melakukan hal di atas? Jika iya, tandanya Anda adalah seorang pemalas.

Pemalas akan menunda untuk melakukan hal-hal yang produktif. Berikut ini 5 hal yang tidak akan dilakukan oleh para pemalas:

5 Hal yang Tidak Bakal Dilakukan oleh Para Pemalas

Setidaknya 5 hal di bawah ini tidak akan dilakukan oleh mereka yang telah terbiasa dengan sifat malas.

#1 Melakukan Perencanaan

Pemalas akan enggan untuk melakukan perencanaan. Mereka hanya sekadar menjalani apa yang harus mereka jalani tanpa adanya perencanaan.

Orang-orang yang sukses menghabiskan banyak waktu untuk melakukan perencanaan, pemikiran, strategi dan persiapan demi masa depan yang lebih baik.

Mereka tidak menunggu sampai saatnya tiba untuk merenungkan bagaimana mereka akan mengatasi situasi yang sulit di kemudian hari.

Dengan melakukan persiapan, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan yang terjadi sewaktu-waktu dalam hidup mereka.

Perencanaan sangatlah penting, terutama mengenai keuangan. Dengan merencanakan keuangan, Anda bisa menghadapi keadaan darurat yang tidak diprediksi.

Jika Anda merasa kesulitan dalam melakukan perencanaan, Anda bisa menggunakan fitur perencanaan keuangan dari Aplikasi Finansialku yang akan mempermudah Anda dalam melakukan penganggaran dan juga pencatatan keuangan harian.

Dengan Aplikasi Finansialku, perencanaan keuangan Anda menjadi lebih mudah dan praktis.

#2 Mengerjakan yang Prioritas

Pemalas cenderung tidak melakukan tanggung jawab sesuai dengan skala prioritas. Bahkan seringkali mereka tidak memiliki prioritas yang harus dilakukan.

Mungkin mereka tidak memiliki keberanian untuk menanggung risiko, sehingga mereka tidak menyusun prioritas mereka.

Risiko sebenarnya merupakan bagian dari hidup setiap orang. Setiap keputusan mengandung risiko. Setiap langkah yang diambil juga memiliki risiko.

Bahkan jika kita tidak mengambil keputusan pun, kita juga akan menerima risikonya.

#3 Berkata “Tidak”

Budaya untuk menyenangkan orang lain nampaknya bisa menjadi penghalang untuk meraih kesuksesan.

Tidak ada orang yang mau menerima penolakan, bukan?

Ketika sahabat atau rekan kerja Anda ingin mengajak Anda pergi ke kedai kopi, namun Anda sedang mengerjakan tugas pekerjaan, keputusan apa yang Anda ambil?

Apakah Anda menolak ajakannya dengan alasan pekerjaan? Atau Anda akan mengiyakan ajakan tersebut karena “tidak enak” jika menolak dan ingin menyenangkan hati sahabat Anda?

Pilihan Anda saat ini menentukan masa depan yang akan Anda jalani di kemudian hari.

Tidak selamanya ketika kita mengatakan “tidak”, berarti kita tidak menghargai orang lain.

Seorang pemalas tidak akan memikirkan betapa berharganya setiap waktu yang ia habiskan selama 24 jam.

#4 Memiliki Komunitas yang Membangun Dirinya

Komunitas dapat membawa seseorang kepada jalan yang benar, tapi bisa juga sebaliknya.

Orang sukses biasanya dikelilingi oleh orang-orang positif yang bisa membangun karakter semakin lebih baik.

Namun, tidak demikian bagi para pemalas.

Pemalas akan memilih untuk hang out all the time dan mereka tidak memiliki komunitas yang bisa membangun dirinya ke arah yang lebih baik.

Jika Anda ingin berubah, miliki komunitas positif yang dapat memberikan dampak positif bagi diri Anda dan terutama masa depan Anda.

Ingin memiliki kesuksesan dalam bidang finansial?

Kelilingi diri Anda dengan komunitas yang tepat, salah satunya melalui Komunitas Finansialku yang seringkali mengadakan pertemuan bersama untuk membahas hal-hal positif mengenai keuangan yang akan sangat bermanfaat bagi kehidupan finansial Anda.

#5 Percaya pada Diri Sendiri

Menurut sebuah sumber, salah satu ciri pemalas adalah tidak percaya pada diri sendiri.

Tidak percaya bahwa ia bisa berubah ke arah yang lebih baik dan lebih positif.

Akan selalu ada harapan untuk berubah jika ada niat yang kuat untuk melakukan perubahan.

Terkadang untuk memulai tidak cukup sulit, namun untuk mempertahankan bisa menjadi tantangan yang lebih berat.

Jika Anda tidak ingin terus berkubang pada lumpur kemalasan, segera ubah pola pikir Anda bahwa Anda mampu! Anda bisa! Tidak ada yang tidak mungkin asalkan ada niat dan motivasi yang kuat untuk berubah!

Lawan Kemalasan dengan Sifat Rajin yang Dibiasakan

Menurut Dollard & Miller, psikolog asal Amerika Serikat, perilaku manusia terbentuk karena faktor ‘kebiasaan’.

Jika seseorang terbiasa bersikap rajin dan bersemangat, maka ia akan selalu rajin dan bersemangat, begitu juga sebaliknya.

Apabila Anda tergolong pemalas, jalan untuk mengubahnya adalah dengan membiasakan diri untuk melawan sikap malas.

Dollard & Miller menambahkan, ‘teori belajar’ juga cocok untuk mengubah sikap malas.

Belajar dijabarkan akan memberikan stimulus (rangsangan) agar terbentuk respon sehingga menimbulkan dorongan untuk berperilaku. Dan kalau berhasil, Anda akan mendapatkan reward atau imbalan.

Anda bisa mulai untuk belajar melakukan 5 hal di atas, dan berikan reward kepada diri sendiri jika berhasil menaklukan rasa malas dalam diri.

Rasa malas jelas merugikan. Obat mujarabnya adalah menumbuhkan kebiasaan disiplin diri dan menjaga kebiasaan positif tersebut.

Sekalipun seseorang memiliki cita-cita atau impian yang besar, jika kemalasannya mudah muncul, maka cita-cita atau impian besar itu akan tetap tinggal di alam impian.

Jadi, kalau Anda ingin sukses, jangan mempermudah munculnya rasa malas!

( Khisan )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *