Lantaran Kecewa Pilkada Sragen, Sejumlah Tokoh Deklarasikan Coblos Kotak Kosong

Deklarasi kotak kosong di Sragen (dok/tim)

 

FOKUSLINTAS.com — Sejumlah elemen masyarakat di Sragen menggelar deklarasi mendukung kotak kosong di Pilkada Sragen. Deklarasi itu dilakukan lantaran mereka kecewa lantaran Pilkada hanya diikuti satu paslon.

“Alasan kita selama ini imej di masyarakat bahwa mendukung kotak kosong itu melanggar undang-undang. Padahal itu dibolehkan, sah dan legal dijamin oleh UU Pemilu yaitu pasal 54 ayat 2 UU No 10/ 2016. Itu yang harus kita luruskan,” kata Ketua Deklarasi, Jamaludin Hidayat, Rabu (14/10).

Jamaludin mengatakan, deklarasi itu muncul sebagai jawaban atas banyaknya informasi salah yang beredar di masyarakat. Selain itu deklarasi itu dilakukan untuk menyatukan persepsi, bahwa kotak kosong adalah pilihan yang legal dalam Pilkada.

Deklarasi itu digelar sebagai bentuk kegeraman mereka terhadap partai politik di Sragen. Mereka kecewa terhadap parpol-parpol yang dianggap gagal menjaga marwah demokrasi. Alasannya karena membiarkan Pilkada hanya memanggungkan satu paslon lawan kotak kosong.

Salah satu inisiator gerakan kotak kosong, Rus Utaryono menyampaikan gerakan pro kotak kosong muncul setelah melihat fenomena baru yakni Pilkada lawan kotak kosong.

Menurutnya semangat utamanya adalah mengedukasi terkait legalitas pilihan terhadap kotak kosong. Dia juga mengaku belum bisa memprediksi sebesar apa nantinya respon terhadap gerakan memilih kotak kosong tersebut.

“Acara ini diinisiasi oleh banyaknya pembicaraan-pembicaraan serampangan di lapangan. Perlu kita edukasi bahwa pilihan kotak kosong ini adalah pilihan yang sah dan legal,” ungkapnya.

Deklarasi dihadiri sejumlah tokoh eks politikus, LSM, ormas kepemudaan hingga kalangan agamis. Deklarasi dilanjutkan dengan pembentukan tim sukses yang ditujukan untuk aktif melakukan sosialisasi bahwa kotak kosong adalah pilihan yang legal dan sah.* [Tim-Agus]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *