OPINI: Orang Yang Tak Punya Semangat dan Tujuan Hidup Bikin Cepat Mati

Khisan-Suprapto Images fokuslintas.com/Pm

FOKUSLINTAS.com – Apa jadinya bila kita menjalani hidup ini tanpa semangat, tanpa tujuan yang ingin dicapai, tanpa dorongan melakukan sesuatu. Kehidupan mungkin akan terasa hampa dan berlalu begitu saja seiring berjalannya waktu.

Selain menjadi tak bermakna, hidup tanpa semangat juga dapat membuka jalan atau mendekatkan diri pada gerbang kematian. Secara ilmiah, hal ini telah dibuktikan melalui sebuah penelitian.

Riset ilmuwan mengindikasikan, seseorang yang tak memiliki ikigai diartikan sederhana sebagai semangat dan tujuan hidup cenderung akan meninggal lebih cepat dalam beberapa tahun ke depan.

Berdasarkan riset tersebut, meningkatnya risiko kematian juga ditentukan faktor lain seperti penyakit kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah) dan penyebab eksternal terutama upaya bunuh diri.

Untuk pertama kalinya pengaruh ikigai terhadap risiko kematian seseorang, juga diklaim bahwa yang kedua kematian akibat penyebab yang spesifik.

Dalam risetnya, melibatkan 43.391 pria dan wanita berusia 40 hingga 79 tahun. Partisipan dipantau selama tujuh tahun dan sepanjang periode itu tercatat 3.048 orang meninggal dunia.

Selama riset partisipan disodori perbagai pertanyaan termasuk “Apakah Anda memiliki Ikigai dalam hidup Anda?”. Sebanyak 59 persen mengatakan ‘Ya’, sebanyak 36,4 persen mengatakan ‘Tidak Yakin’, dan 4,6 persen menyatakan ‘Tidak’.

Mereka yang mengaku tak punya ikigai cenderung berstatus belum menikah dan tak punya kerja. Mereka juga berpendidikan rendah, kualitas kesehatan yang buruk, mengalami stres mental dan sering merasakan sakit. Mereka juga cenderung memiliki fungsi fisik yang terbatas.

Walaupun peneliti telah menggunakan teknik statistik untuk memperhitungkan faktor-faktor tersebut, orang yang tak punya ikigai tetap mengalami peningkatan risiko kematian selama periode penelitian dibandingkan mereka yang punya ikigai.

Hubungan antara faktor-faktor ini juga bersifat independen setelah memperhitungkan sejarah penyakit dan konsumsi alkohol

Hasil analisis secara keseluruhan menunjukkan, orang yang tak punya ikigai tercatat 50 persen berisiko lebih besar meninggal oleh pelbagai sebab selama periode penelitian dibanding mereka yang punya semangat dan arti hidup .

Orang yang tak punya ikigai berisiko 60 persen lebih besar mengalami kematian akibat penyakit kardiovaskuler, terutama stroke, dan 90 persen cenderung meninggal oleh faktor eksternal. Tercatat sebanyak 186 kematian partisipan terjadi karena penyebab eksternal dan 90 di antaranya adalah bunuh diri.

 

[ Khisan – Eyang Prapto ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *