Siswa yang Ikut Pembelajaran Tatap Muka Tak Boleh Naik Kendaraan Umum, Ini Alasannya

SMAN 1 Sumber, Kabupaten Rembang, ditunjuk menjadi sekolah percontohan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) foto: rembangkab.go.id

 

FOKUSLINTAS.com – SMAN 1 Sumber, Kabupaten Rembang, ditunjuk menjadi sekolah percontohan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Simulasi dilakukan pada Selasa (13/10) kemarin. Proses simulasi disaksikan oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Proses simulasi mulai siswa masuk ke lingkungan sekolah sampai dengan jam pelajaran selesai dan meninggalkan sekolah. Dari semua tahapan siswa wajib mematuhi penerapan protokol kesehatan, dari cuci tangan, cek suhu tubuh, memakai masker dan menjaga jarak.

Dalam kesempatan itu Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMAN 1 Sumber Gina Santosa memaparkan konsep PTM. Dari paparan dan simulasi tersebut Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Rembang Imam Maskur memberikan sejumlah masukan.

Beberapa masukan dari Pjs Bupati diantaranya tidak diperbolehkannya siswa naik kendaraan umum. Jika orangtua siswa tidak bisa mengantar sekolah, siswa boleh pembelajaran jarak jauh.

“Tadi SOP-nya ada kendaraan umum boleh, harus menjaga jarak. Apa bisa menjamin dari sekolah bahwa kendaraan umum sudah disemprot disinfektan, kemudian apakah menjamin bisa jaga jarak. Ini saya mohon yang pakai kendaraan umum, pembelajaran jarak jauh saja, ini penting karena kalau ada permasalahan di sekolah saya tutup dulu, takutnya nanti efeknya kemana-mana jangan sampai ada klaster sekolah,” tuturnya, dilansir dari laman rembangkab.go.id, Rabu (14/10).

Pjs Bupati menambahkan untuk menghindari klaster Sekolah, bagi guru dan karyawan yang mempunyai penyakit bawaan seperti tensi tinggi, diabetes dan penyakit jantung atau lainnya, supaya di rumah saja. Sehingga jam kerja guru yang libur, digantikan oleh guru pengampu lain yang berlatar belakang mata pelajaran yang sama.

Menanggapi hal itu, Kepala SMA Negeri 1 Sumber, Hedi Wibowo menuturkan semua masukan dari Forkopimda akan menjadi bahan perbaikan sekolahnya.

Terkait penggunaan kendaraan umum pihaknya sejalan dengan usulan Pjs Bupati, menurutnya hal itu sudah dihapus saat penyampaian SOP di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 3 beberapa waktu lalu.

“Masukan–masukan tadi akan kami laksanakan, nanti kami imbau siswa tidak naik kendaraan umum. Alhamdulillah di Sumber ini, tidak ada kendaraan umum. Angkutan umum juga tidak ada. Jadi, mau tidak mau ya diantar atau bawa kendaraan sendiri,” imbuhnya.

Ia menyebutkan untuk menerapkan protokol kesehatan, pihaknya menerjunkan 5 orang dari Satuan Petugas Pemantau Ketertiban Sekolah yang memantau pelaksanaan pembelajaran dan protokol kesehatan. Harapannya pelanggaran protokol kesehatan dapat diminimalisir.* [Tim-Han]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *