Langkanya Pupuk di Karanganyar Banyak Dikeluhkan, Begini Tanggapan Mentan

Mentan SYL bersama Bupati Karanganyar Juliyatmono di Gondangrejo (Raymond)

 

FOKUSLINTAS.com — Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) langsung bereaksi begitu menerima laporan kelangkaan pupuk subsidi di Karanganyar. Ia memerintahkan segera kebutuhan pokok petani itu dicukupi.

Kabar gembira untuk petani di Kabupaten Karanganyar. Saat Menteri Pertanian Dr Syahrul Yasim Limpo berkunjung di Kragan, Kecamatan Godangrejo Karanganyar, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengeluhkan susahnya pupuk pada masa tanam III seperti sekarang ini. Sejurus kemudian, Mentan meminta kebutuhan pupuk di Karanganyar untuk dicukupi.

“Masyarakat sangat senang dan bangga atas kedatangan Pak Menteri ke Desa Kragan, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar. Tapi masalahnya pak menteri, setiap musim tanam III pupuknya selalu kurang,” papar Bupati Karanganyar Juliyatmono yang akrap disapa Pak Yi ini saat memberikan sambutan kunjungan Mentan dalam Integrated Farming untuk mewujudkan Kedaulatan Pangan, Jumat (15/10).

Yuli menambahkan beberapa saat lalu sudah mengajukan tambahan kuota pupuk subsidi ke propinsi. Bupati mengatakan petani Karanganyar siap diminta menanam apapun komoditas pangan. Kabupaten Karanganyar mempunyai luas 77.000 hektare, dengan lahan pertanian sekitar 23.000 hektare. Sedangkan dari lahan pertanian tersebut, yang ditanami padi sekitar 50.000 hektare. Setiap tahun Kabupaten Karanganyar surplus beras 150.000 ton.

“Kita ingin Karanganyar menjadi penyangga pangan nasional. Jika petani sering mengeluhkan hama hama tikus atau wereng terapinya sederhanya yakni sedekah. Namun demikian, pasca hama tersebut biasanya hasil panennya kali lipat lebih banyak,” ungkap Bupati.

Sementara Menteri Pertanian Dr Syahrul Yasim Limpo SH, MH meminta direktur pupuk untuk tidak pulang jika masalah pupuk di Karanganyar tidak selesai. Pihaknya meminta stafnya untuk menyelesaikan kebutuhan pupuk di Karanganyae. Hanya saja, Mantan Gubernur Sulawesi Selatan tersebut meminta SOP diterapkan dengan benar.

“Yang tidak boleh itu korupsi. Misalnya, pupuk untuk padi namun dialihkan ke kebun itu yang dinamakan korupsi. Nanti bisa ditangkap sama pak Kajari karena subsidi untuk padi dan bukan yang lain,” imbuhnya.* [Tim-Joko]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *