PLN Diminta Tinjau Ulang Power Purchase Agreement

ilustrasi (sumber: pixabay)

 

FOKUSLINTAS.com – PT PLN (Persero) diminta melakukan efisiensi internal untuk menyelesaikan permasalahannya. PLN juga diminta meninjau ulang Power Purchase Agreement (PPA). Sebab, pada masa pandemi Covid-19 memiliki dampak negatif terhadap sejumlah sektor di BUMN, tak terkecuali perusahaan tersebut.

“Efisiensi ini yang menjadi ganjalan terbesar dari PT PLN. Karena apa? Karena menurut saya banyak yang tidak efisien, termasuk dalam perjanjian PPA, juga perjanjian jual beli energi,” ucap Anggota Komisi VI DPR RI Deddy Yefri Haniteru Sitorus.

Hal tersebut menurut Deddy membebani PT PLN karena skema PPA mayoritas adalah take or pay.

“Padahal ketika demand turun ya, listrik yang dijual sedikit, mereka tetap bayar pada kuota tertentu. Itu kan banyak merugikan, jadi itu harus ditinjau ulang,” tegasnya.

Deddy meminta agar pemerintah mau melakukan pain sharing sehingga kerugian akibat krisis tidak hanya ditanggung PLN sendiri.

Selain itu, ia juga memberi catatan bahwa PLN harus segera mencari solusi atas kelebihan pasokan akibat banyaknya industri tutup selama pandemi seperti yang terjadi di Bali. Jika tidak segera diatasi akan terjadi pemborosan energi tentu saja akan merugikan PLN itu sendiri.* [Tim-Sari]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *