Defisit Anggaran Bengkak, Sri Mulyani Teriak: Jauh Lebih Baik dari Negara Lain

Sri mengungkapkan, realisasi defisit anggaran ini berasal dari pendapatan negara. Foto: dok (WE)

FOKUSLINTAS.com – Pemerintah mengklaim tingkat defisit anggaran Indonesia masih lebih baik bila dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan, realisasi defisit anggaran dalam APBN hingga September 2020 mencapai Rp682,1 triliun atau 4,16% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Jumlah defisit tersebut meningkat dari posisi bulan sebelumnya yang mencapai Rp500,5 triliun atau 3,05% terhadap PDB.

“Defisit di berbagai negara lain bahkan mencapai di atas belasan dan 20%. Jadi, kalau Indonesia defisit di 4,16%, kita berharap Indonesia jauh lebih baik dibandingkan negara lainnya,” ucapnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (18/10/2020).

Sri mengungkapkan, realisasi defisit anggaran ini berasal dari pendapatan negara sebesar Rp1.159 triliun atau 68,2% dari APBN-Perpres 72/2020 serta belanja negara Rp1.841,1 triliun atau sekitar 67,2% dari APBN-Perpres 72/2020.

“Pendapatan kita mengalami tekanan karena semua bisnis dan pembayar pajak mengalami tekanan. Namun, di sisi lain pemerintah berhasil mengakselerasi belanja yang luar biasa pada kuartal ketiga tahun ini. Diharapkan dapat menjadi pendorong siklus yang positif hingga akhir tahun,” tambahnya.

Ia mengatakan, pendapatan negara tersebut mencakup penerimaan perpajakan Rp892,4 triliun atau 62,5% dari target Rp1.404,5 triliun dan penerimaan negara bukan pajak Rp260,9 triliun atau 88,7% dari target.

Untuk penerimaan perpajakan berasal dari penerimaan pajak sebesar Rp750,6 triliun atau 62,6% dari APBN-Perpres 72/2020 dan penerimaan kepabeanan dan cukai Rp141,8 triliun atau 68,9% dari APBN-Perpres 72/2020.* (Dwi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *