Kasus Covid-19 Klaster Gandekan Solo Jadi 12 Orang, Tracing Belum Berhenti

Gedung SD Gandekan, Jebres, Solo jadi tempat lokasi karantina (dok/tim)

 

FOKUSLINTAS.com — Satgas Penanganan Covid-19 Solo mencatat penambahan delapan kasus Covid-19 di Solo pada Senin (19/10). Dari penambahan tersebut, salah satunya muncul dari penambahan Klaster Gandekan.

“Dari klaster yang muncul kami tangani saat ini yang ada penambahan pasien Corona hanya dari Klaster Gandekan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, Selasa (20/10).

Ia menjelaskan, penambahan kasus baru dari Klaster Gandekan hanya satu orang. Meskipun hanya bertambah satu orang menambah daftar pasien Corona di Klaster Gandekan.

“Klaster Gandekan kami catat total ada 12 orang,” kata dia.

DKK Solo, kata dia, terus melakukan tracing di Klaster Gandekan ini. Kasus Klaster Gandekan tersebut bermula dari satu warga pasien suspek naik kelas terkonfirmasi positif. Kemudian dilakukan tracing hasilnya ada tiga yang positif Covid-19.

“Dilakukan tracing lagi ada enam positif sampai akhirnya total Klaster Gandekan ada 12 orang. Ada juga yang masih kita minta karantina mandiri di gedung SD swasta di Gandekan,” katanya.

Ia memastikan dari semua pasien Klaster Gandekan dalam kondisi sehat dirawat di RSUD Bung Karno Solo untuk menjalani isolasi mandiri. Sementara yang hasil tes swab negatif menjalani karantina mandiri di gedung SD.* (Tim-Eko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *