Menekan Laju Kasus DPD, Di Boyolali Bakal Ternak Nyamuk

Petugas melakukan foging di kawasan Kecamatan Mojosongo belum lama ini. (Dok/Sam)

FOKUSLINTAS.com – Di tengah pandemi Covid-19, Pemkab Boyolali tak mengabaikan ancaman serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Pasalnya, penyakit tersebut terus menjadi ancaman masyarakat setiap tahun.

Apalagi, kasus DBD di Boyolali dari tahun 2017 mengalami peningkatan hingga tahun 2020. Tercatat pada tahun 2017 terdapat 36 kasus DBD, tahun 2018 terdapat 41 kasus dan 2019 yang mengalami peningkatan hingga 149 kasus.

“Dan saat ini di 2020 ini kita sudah mendata kurang lebih ada 91 kasus untuk DBD sampai bulan Oktober,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali, Ratri S Survivalina, Selasa (20/10).

Dijelaskan, berbagai program telah digalakkan untuk menekan laju pertumbuhan nyamuk aedes aegypti. Mulai dari program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), serta program 3M Plus sebagai bentuk pencegahan seperti menanam tanaman pengusir nyamuk, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah.

“Selain itu, ada pula program Satu Rumah Satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik) serta program ternak nyamuk sebagai terobosan baru.”

Menurutnya, nyamuk yang diternakkan adalah jenis Aedes aegypti yang sudah mengandung bakteri Wolbachia. Ternyata nyamuk yang mengandung bakteri Wolbachia tidak menjadi sumber penularan demam berdarah bahkan bisa memberantas penyakit demam berdarah. Karena apabila nyamuk dilepas di tempat umum atau tempat perindukan nyamuk, nyamuk akan kawin dengan nyamuk lokal yang belum mengandung bakteri. “Akhirnya nyamuk-nyamuk dari lingkungan tersebut itu menjadi nyamuk yang mengandung bakteri sehingga lama-lama nyamuk yang disitu tidak menjadi sumber penularan demam berdarah.”

Diharapkan dengan adanya program ternak nyamuk ini bisa menekan laju kasus DBD di 22 desa endemis yang tersebar di 10 Puskesmas di sembilan kecamatan. Antara lain, Desa/Kecamatan Sambi; Desa Donohudan, Kecamatan Ngemplak.

“Lalu Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali Kota dan Desa Candi, Kecamatan Ampel serta Desa Pelem, Kecamatan Simo.” (Sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *