Hal Yang Wajib di Waspadai Bergaul Adalah Memiliki Teman Bermuka Dua, Berikut Ini Cara-cara Menyikapinya?

Ilustrasi: Teman bermuka dua

FOKUSLINTAS.com – Teman bermuka dua memang sulit untuk dibedakan dari teman sejati. Teman sejati biasanya akan mendukung kamu, menyayangi, selalu ada untukmu, menerima kelebihan dan kekuranganmu.

Tapi teman bermuka dua biasanya hanya ada saat ia butuh, ia cenderung membuatmu merasa ada kejanggalan tentangnya. Pada saat tertentu kamu kepikiran untuk mengakhiri pertemanan dengannya.

Bingung? Yuk, simak cara menghadapi teman bermuka dua!

1. Periksa pertemanan kalian

Beberapa temanmu mungkin memang teman bermuka dua, tapi beberapa juga mungkin hanya malu atau kesulitan berhubungan dengan orang lain.

Ini nih yang wajib kamu periksa dari dia:

– Dia mungkin tidak selalu mengatakan yang benar, tapi dia bersedia mendengarkanmu saat ada masalah

– Dia membuatmu nyaman.

– Dia mendukungmu.

– Dia menghubungimu sepanjang waktu bukan hanya saat butuh saja.

– Dia bertahan saat masa sulit, bukan hanya saat senang saja.

– Dia peduli denganmu.

Kalau temanmu memiliki ciri-ciri diatas artinya dia teman yang baik. Tapi kalau temanmu tidak termasuk, jauhin aja deh!

2. Tentukan atau buat kesimpulan sementara

Coba amati dan tentukan apakah dia termasuk teman bermuka dua atau bukan. Jika dia memang teman bermuka dua, dia akan memiki ciri-ciri:

– Membicarakanmu di belakang
– Hanya memanfaatkan saja
– Menggunakanmu untuk mendekati orang terdekatmu
– Menyalin pekerjaanmu dan memanfaatkan kecerdasanmu
– Hanya berbicara padamu ketika dia butuh sesuatu
– Membuatmu malu atau membuatmu merasa dipermalukan di depan umum

3. Jangan bertengkar

Jika kamu merasa temanmu berubah atau semakin jauh denganmu itu mungkin pertanda persahabaan kalian mulai memudar. Jika kamu tidak ingin hal itu, dekatilah dia kembali. Tapi jika kamu merasa lebih baik tanpanya, lepaskan dia dan jalani persahabatan yang baru.

4. Hilangkan kebaikanmu dengannya

Hal ini bukan berarti kamu harus bermusuhan dengannya, tapi jangan mau dimanfaatkan olehnya lagi. Dia hanya akan datang ketika butuh dan meninggalkanmu seenaknya.

5. Jaga komunikasi

Walau kalian sudah tak sedekat dulu, tetap jagalah pertemanan kalian. Hubungi dia sekali-kali jangan sampai putus kontak. Tujuannya memberikan kamu ketenangan sendiri setidaknya hubungan kalian baik-baik saja.

6. Tanya pendapat orang terdekat

Tanyakan hal ini pada keluarga, teman dekat atau orang yang kamu percaya mengenai hal ini. Mungkin mereka bisa memberimu nasihat yang baik tentang apa yang terjadi. Jika kamu merasa tidak nyaman saat bercerita dengan keluarga ataupun teman, kamu bisa berbicara dengan konselor atau terapis.

7. Pastikan lanjutan pertemanan kalian

Buatlah sebuah keputusan akhir apakah kamu ingin mengakhiri pertemanan atau tidak. Pertimbangkan secara baik dan matang.

Jika kamu ingin mengakhiri pertemanan ajak dia bertemu, pilih waktu dan tempat yang tepat, rencanakan apa yang akan kamu katakan, pilih alasan yang bagus, berikan dia kesempatan untuk menjelaskan juga, putuskan apa yang akan kamu lakukan bersama dia.

Gimana..? udah paham kan harus ngapain kalau kamu punya teman bermuka dua. Buat pilihan yang bijak ya. Kamu masih bingung, apakah kamu harus mengakhirinya atau melanjutkannya?* [ Awi ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *