Peringatan Maulid Nabi, Gamelan Pusaka Keraton dan Sekaten di Tiadakan

Pusaka gamelan Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari ditabuh saat acara Sekaten (dok/tim)

 

FOKUSLINTAS.com — Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningkrat meniadakan acara adat budaya Sekaten dan Grebeg Maulud dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada 29 Oktober.

Dengan tidak diadakan acara adat budaya Sekaten dan Grebeg Maulud, pihak Keraton Solo juga tidak mengeluarkan pusaka gamelan Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari tidak ditabuh.

Diketahui sepekan sebelum Grebeg Maulud atau Sekaten dimulai, pihak keraton mengeluarkan pusaka Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari untuk dibunyikan di Masjid Agung.

“Raja PB XIII sudah mengeluarkan kebijakan pada tahun ini acara adat budaya Sekaten dan Grebeg Maulud. Dengan keputusan ini semua rangkaian acara Sekaten juga tidak diadakan,” ujar Pengageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPH Adipati Dipo Kusumo, Kamis (22/10).

Peniadaaan acara tersebut, kata dia, sebagai bentuk mematuhi anjuran pemerintah untuk mengadakan acara yang berpotensi menimbulkan kerumunan di tengah pandemi Covid-19. Ia mengatakan, tradisi ditabuhnya gamelan pusaka, Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari selama tujuh hari saat Sekaten juga tidak diadakan.

“Kami memastikan tahun ini dua gamelan itu tidak akan ditabuh di Masjid Agung. Saya berharap masyarakat bisa memahami sutuasi ini,” tuturnya.

Ditambahkan, kegiatan adat ritual jamasan pusaka dan wilujengan tetap digelar secara internal dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Dengan pengumuman ini masyarakat bisa lebih tahu dan tidak datang jauh-jauh ke Solo karena Sekaten dan Grebeg Maulud ditiadakan.* [Tim-Eko]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *