Tingkatkan Sinergritas dan Jalin Satu Komando, DPD-DPC BPAN Lembaga Aliansi Indonesia se Jawa Tengah Gelar Rapat Kerja Serta Pembekalan di Magelang

BPAN Lembaga Aliansi Indonesia Rapat Kerja dan pembekalan DPD-DPC Se Jawa Tengah Di Balkondes Tuksongo Borobudur Kab Magelang. Foto: Istimewa

 

FOKUSLINTAS.com – Bertempat diwilayah DPC Kabupaten Magelang, di masa pandemi COVID-19 tidak menyurutkan semangat dan sinergritas rapat kerja dan pembekalan. Rakerda tersebut juga dihadiri oleh DPD-DPC se Jawa Tengah, bertempat di Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Tuksongo Borobudur Kabupaten Magelang Jawa Tengah, Rabu (21/19/2020) mulai pukul 09.00 WIB pagi sampai selesai.

Rakerda langsung dipimpin oleh KRT Yoyok Sakiran selaku Ketua DPD juga sebagai pembawa koordinator karena Ketua Umum (KETUM) H. Djoni Lubis dari Jakarta, saat ini tidak bisa hadir karena ada suatu halangan dan tugas lain yang tidak bisa ditinggalkan.

Kemudian rapat yang bertempat di Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Tuksongo Borobudur tersebut berjalan lancar, kondusif dan tetap sesuai Protokol Kesehatan, memakai masker guna mencegah penyebaran pemutus mata rantai covid-19.

Sebelum rapat dimulai, pembacaan susunan acara terlebih dulu di isi dengan beberapa sambutan. Rapat di hadiri dari berbagai pengurus Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) Lembaga Aliansi Indonesia khususnya KSB (Ketua Sekretaris Bendahara).

Ketua DPD Jawa Tengah, Yoyok Sakiran, bahwa selain pembahasan eksternal, BPAN LAI juga membahas persoalan internal, terutama perihal konsolidasi, koordinasi dan konfirmasi demi satu komando sayap Aliansi di Jawa Tengah. Foto: Awi

Dalam rakerda ini juga dihadiri perwakilan dari DPP Pusat, Ketua DPD beserta jajaran. Mereka juga memberi materi strategis terkait kelembagaan untuk pembekalan para pengurus struktur DPC Se-Jateng pada khususnya. Dilain sisi juga pengembangan personil kepengurusan di seluruh wilayah Jawa Tengah pada umumnya.

Selain itu, Rekerda juga sekaligus akan menjadi wadah bagi para pengurus dan anggota untuk bertukar pikiran, ide dan pengalaman dalam rangka merumuskan program kerja jangka pendek dan jangka panjang mendatang, baik untuk tingkat nasional maupun untuk masing-masing kepengurusan di daerah.

“Rapat Kerja dan Pembekalan ini membahas kedepannya agar semua pengurus khususnya anggota BPAN se-Jateng lebih ditingkatkan sinergritas, komunikatif, berani dan satu komando. Apabila adanya kesulitan setiap daerah, kami dari DPD menyediakan 9 lawyer atau pengacara sebagai pendamping hukum. Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) Aliansi Indonesia juga bekerja sama dengan Komite Pemberantasan Korupsi (KPK), Polri, TNI di seluruh Indonesia. BPAN juga dalam perlindungan Presiden RI,” ungkap Yoyok selaku Ketua DPD Jateng.

Acara juga diisi dengan pemaparan tentang strategi dan kebijakan di bidang pengelolaan informasi oleh Pemerintah Pusat-Daerah, penanganan narkoba, terorisme, dan program pemantapan Ideologi Pancasila. Peserta juga diberikan materi manajemen dan pengembangan Lembaga Aliansi, serta manajemen dan entrepreneurship pekerja.

“Rakernas ini terbuka untuk seluruh pengurus dan khususnya Ketua Sekretaris Bendahara, yakni peserta dan peninjau. Semoga dengan para pengurus DPC BPAN LAI se-Jateng kembali ke tempat dapat bekerja, mensosialisasikan dan mengkonsolidasi kepada pengurus, yang telah diberikan pembekalan dalam rakerda, sesuai yang diberikan pembekalan oleh beberapa pembicara juga moderator,” ujarnya.

Rakerda juga dihadiri perwakilam DPP Pusat, Ketua DPD Jateng bersam jajaran. Mereka memberi materi strategis Lembaga untuk pembekalan para pengurus struktur DPC Se-Jateng juga pengembangan personil kepengurusan di seluruh wilayah Jawa Tengah. Foto: Awi

Usai acara, rapat yang digelar di wilayah Magelang tersebut diisi dengan tanya jawab antara perwakilan setiap DPC kepada para moderator. Dipenghujung acara pun diakhiri dengan hiburan musik dan ramah tamah kemudian penutupan doa.

Selain itu, pesan terakhir dalam acara oleh Ketua DPD Jateng Yoyok menghimbau agar senantiasa memonitor setiap wilayah daerah masing-masing apabila adanya oknum yang merusak citra Lembaga Aliansi Indonesia. Sudah bukan rahasia umum seringnya kejadian dibeberapa daerah baik dari oknum yang mengaku sebagai anggota Lembaga Aliansi akan tetapi tidak sesuai prosedural, tidak tercatat secara struktural baik dari Instansi sampai Kesbangpol. Serta tidak ada dari data, koordinasi, konfirmasi, rekomendasi baik dari DPC maupun DPD. Atas hal itu Ketua BPAN Jateng menegaskan maka bukan tanggung jawab dari BPAN Lembaga Aliansi Indonesia.

“Mohon memonitor wilayah daerah masing-masing apabila ditemukan oknum yang mengaku dari lembaga, apalagi yang keanggotaannya tidak berstruktur baik konfirmasi antara DPC maupun DPD. Jika ada hal menyimpang segera laporkan kami, dan akan kami laporkan kepusat. Saya harap kode etik dijaga, dan apabila adanya keranah hukum maka juga saya tegaskan bukan tanggung jawab kami. Kejadian ini banyak terjadi, untuk itu saya himbau khusus BPAN LAI di Jawa Tengah tetap satu komando.” Imbuhnya. [ Tim ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *