Dalam Setahun Terakhir, Aset Ratusan Triliun Uang Negara Telah Diselamatkan

Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono | infopublik

 

FOKUSLINTAS.com — Di bawah kepemimpinan Jaksa Agung ST Burhanuddin selama setahun terakhir, Kejagung telah menyelamatkan ratusan triliun uang negara selama satu tahun. Selain itu, seratusan buronan juga berhasil ditangkap.

“Kejaksaan RI melalui bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, selama periode Oktober 2019 hingga Oktober 2020 telah berhasil melakukan penyelamatan keuangan negara dengan total mencapai Rp 388.876.848.205.645,95 dan USD11.839.755,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kejagung) Hari Setiyono, dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/10), sebagaimana dilansir dari laman infopublik.id.

Ia merinci untuk Bidang Datun Kejagung telah menyelamatan keuangan negara sebesar Rp 223.000.000.000.000. Sedangkan Bidang Datun Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri Negeri di seluruh Indonesia, nilai penyelamatan yang dibukukan adalah sebesar Rp 16.587.848.205.645,95 dan USD11.839.755.

Adapun pemulihan keuangan negara yang berhasil dicapai oleh Kejaksaan dalam periode Oktober 2019 hingga Oktober 2020 mencapai total Rp 11.134.755.626.385,72 dan USD 406.906.

Dengan detail Bidang Datun Kejagung melaksanakan pemulihan keuangan negara sebesar Rp 253.705.449.895,52. Sedangkan Bidang Datun Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri di seluruh Indonesia telah melakukan pemulihan keuangan negara sebesar Rp 10.881.050.176.490,50 dan USD 406.906.

Sementara itu, dalam waktu setahun Kejaksaan pun telah berhasil menangkap sebanyak 101 buronan.

“Penangkapan tidak hanya dilakukan di dalam negeri, namun juga yang berada di luar negeri untuk dipulangkan ke Indonesia. Adapun total kerugian negara yang ditimbulkan oleh para buronan yang berhasil ditangkap Kejaksaan sebesar Rp 882.506.952.671,” jelas dia.

Menurut dia, penangkapan buronan secara konsisten oleh Kejaksaan menunjukkan bahwa Kejaksaan selama ini selalu bersikap akuntabel, imparsial, profesional dan tuntas dalam melakukan penegakan hukum serta menegaskan bahwa tidak ada tempat yang aman bagi para pelaku kriminal (no safe haven for criminals).* (Tim-Handi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *