Update Covid 19 di Jateng 10 November 2020: 40.075 Positif, 33.311 Sembuh, 2.836 Meninggal

Cegah penularan Virus Corona dengan selalu memakai masker (humas jateng)

 

FOKUSLINTAS.com — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah memperbarui data persebaran kasus Corona (Covid-19). Informasi yang diperoleh dari laman corona.jatengprov.go.id, Selasa (10/11) pukul 12.00 WIB, tercatat 40.075 kasus positif Covid-19, di mana 2.836 di antaranya meninggal dunia dan 33.311 sembuh. Sementara 3.928 pasien masih dirawat di sejumlah rumah sakit yang ditunjuk Pemprov Jateng.

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen menyatakan, stigma negatif yang melekat di masyarakat ketika mengetahui seseorang terkena Covid-19, membuat penderita enggan berterus terang. Hal itu terjadi pula di pondok pesantren. Ketika pondok pesantren terbuka ada warganya yang sakit, mereka khawatir pondoknya mendapat stempel negatif.

“Saya berharap kalau ada yang sakit jangan ditutup. Terbuka saja. Sehingga kita bisa memilah siapa yang sakit harus dikarantina,” pesannya saat berkunjung di Pondok Pesantren Safinatun Najah Tunjungan, Blora, –seperti dilansir laman humas.jatengprov.go.id.

Menurut Wagub, masa karantina 15 hari itu tidak lama. Asal taat, kondisi tubuh bisa segera pulih. Selama itu pula akan dilakukan evaluasi oleh tim kesehatan daerah setempat. Sehingga, warga pondok yang sakit tidak perlu dipulangkan ke daerah asal.

“Pondok diliburkan sementara, yang sakit nggak usah dipulangkan, dievaluasi selama 15 hari, kalau sudah tidak ada penularan lagi, mangga aktivitas lagi, tapi ya jaga protokol kesehatan,” ujarnya.* (Tim-Prapto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *