Sekilas Tentang Kedigdayaan Soeharto Selama 32 Tahun, Konon Lekat dengan Dunia Gaib dan Spiritual

Ibu Tien dan Dunia Spiritual dalam Kekuasaan 32 Tahun Presiden Soeharto. Foto: dok (ist)

 

FOKUSLINTAS.com – Berbicara tentang Presiden Republik Indonesia, tampaknya tidak jauh dari nama seorang Soeharto. Pasalnya, selama 32 tahun dirinya berhasil menjadi pemimpin di negara ini. Dalam kurun waktu tersebut, tentu banyak kebijakan Soeharto yang menuai pro dan kontra. Namun anehnya, pamor serta wibawa Soeharto tetap bersinar.

Berdasarkan selintingan publik, ada yang mengatakan kalau kedigdayan serta kewibawaan Soeharto selama berkuasa di Indonesia bersumber dari pengaruh yang diberikan oleh sang istri, yakni Ibu Tien.

Hal itu semakin dipercaya orang-orang ketika Bu Tien wafat pada tahun 1996, pamor dan kewibawaan Soeharto mulai luntur. Hingga akhirnya pada bulan Mei 1998, Soeharto lengser dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia.

Lantas, benarkah Ibu Tien merupakan sosok yang mampu membuat pamor dan wibawa Soeharto begitu bersinar? Atau adakah faktor lain yang menyebabkan Soeharto bisa langgeng menjadi pemimpin Indonesia selama 32 tahun lamanya? Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini ulasan singkatnya untuk kamu semua.

1. Tusuk konde Tien Soeharto

Salah satu orang yang percaya bahwa sosok Ibu Tien merupakan sosok sentral dalam kehidupan bernegara Soeharto adalah seorang penerbang helikopter TNI AU di masa pemerintahan Soeharto. Menurut ceritanya, kesaktian Bu Tien konon terletak pada tusuk konde rambutnya.

Mantan pilot helikopter dengan pangkat terakhir Marsekal Madya ini bercerita ketika dirinya masih berpangkat mayor dan masih sering menerbangkan heli Puma VVIP, ia sempat mengantarkan Ibu Tien beserta pengawalnya menuju suatu tempat.

Seperti prosedur penerbangan lainnya, sebelum seluruh penumpang VVIP masuk ke dalam kabin heli, pilot dan kopilot wajib mendampingi para penumpang. Barulah setelah penumpang siap dalam kondisi on board, pilot dan kopilot menerbangkan helikopternya.

Nah, ketika tengah mendampingi Ibu Tien itulah secara tidak sengaja tusuk konde yang dikenakan Ibu Tien jatuh. Secara spontan sekaligus untuk menunjukkan kesigapannya, pilot lantas bermaksud untuk mengambil tusuk konde tersebut dan menyerahkannya kepada Ibu Tien.

Namun, belum sampai tangan pilot menyentuh tusuk konde, para pengawal Ibu Tien langsung menampar wajah pilot sambil menghardik. Tentu saja sang pilot langsung terkejut. Namun, karena yang melakukan adalah Paspampres, ia akhirnya hanya bisa diam.

Pilot heli baru menyadari kalau untuk mengambil tusuk konde Ibu Tien perlu dilakukan sebuah ritual khusus terlebih dahulu. Jadi, tidak boleh asal sembarang pungut.

Konon, personel Paspampres yang mengambil tusuk konde tersebut menyembahnya terlebih dahulu sambil komat-kamit sebelum akhirnya menyerahkannya kepada Ibu Tien.

2. Soeharto dan dunia spiritual

Selain karena faktor dari sosok Ibu Tien, ada pula yang menyebutkan kalau pamor dan wibawa Soeharto berasal dari berbagai ritual yang dilakukannya. Pasalnya, sebagai seorang Presiden RI, Soeharto dikenal sangat dekat dengan dunia spiritual.

Hal ini juga diperkuat dari latar belakang kehidupan Soeharto yang berasal dari golongan penganut Islam-Kejawen. Selain itu, banyaknya pusaka dan paranormal yang dimiliki Soeharto juga konon memiliki pengaruh kuat dalam melanggengkan kekuasaan Soeharto sebagai seorang Presiden.

3. Tindakan Soeharto salah?

Lantas, muncul pertanyaan, “Kalau begitu, Soeharto menjadi ‘orang yang salah’ selama menjadi Presiden Republik Indonesia?” Jawabannya bisa iya, bisa juga tidak, bergantung persepsi orang-orang.

Konon, Soeharto sendiri melakukan hal yang demikian agar dirinya bisa mempersiapkan Indonesia menuju kondisi yang lebih baik, lebih makmur sehingga sila kelima dari Pancasila mampu terealisasikan secara nyata.

Itu dia ulasan singkat tentang bagaimana Soeharto mampu meraih kepercayaan publik untuk menjadi seorang Presiden dalam kurun waktu 32 tahun lamanya. Semoga dapat menambah wawasan kamu, ya! ( Awi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *