Industri Tembakau Sintesis Ilegal Dibongkar, Sembilan Tersangka Diamankan

Ratusan kilogram tembakau sintetis ilegal berhasil diamankan petugas | ntmc

 

FOKUSLINTAS.com – Industri rumahan tembakau sintetis ilegal berhasil dibongkar oleh jajaran Polda Jawa Barat dan Bea Cukai Soekarno Hatta. Ratusan bahan baku dan tembakau siap edar diamankan petugas. Sedangkan para pelaku yang berjumlah sembilan orang juga berhasil ditangkap.

“Ini merupakan penangkapan terbesar di Indonesia. Modusnya mereka menjual secara online dan bisa juga dijual langsung, bisa melalui paket. Edarnya itu daerah Bali atau sekitar pulau Jawa. Jadi, dua kilogram bahan baku pinaka ini kalau diracik jadi 400 kilogram tembakau sintetis, bahan baku ini belum ada di Indonesia, dan adanya di Tiongkok, sehingga kami bekerjasama dengan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta,” ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya, sebagaimana diwartakan di laman ntmcpolri.info, Selasa (24/11).

Dalam kasus ini, pihak kepolisian mengamankan barang bukti tembakau sintetis seberat ratusan kilogram. Tembakau sintetis tersebut dikemas dan siap diedarkan. Para pelaku biasa menjualnya di media sosial instagram. Tembakau sintetis tersebut dikemas dengan berbagai berat.

“Jadi mereka juga menjual yang 5 gram, ada 25 gram juga, beda-beda paketan sesuai dengan pesanannya. Tapi yang jelas ini lebih murah dibandingkan sabu,” Jelasnya.

Polda Jabar juga berhasil mengamankan barang bukti tembakau sintetis seberat 150 kilogram dalam kemasan siap edar.

“Dikembangkan lagi di apartemen Kalibata dan berhasil menyita barang bukti sebanyak 50 kilogram. Kemudian dilakukan pengembangan juga di apartemen di Bekasi mendapatkan barang bukti sebesar 100 kilogram,” jelasnya.

Sebanyak sembilan tersangka diamankan petugas kepolisian, mulai dari pembuat, pengedar dan otak dari kasus tersebut. HF, HS, ARB, BCL, BCH, SM, AN, RD dan AA.

“Sehingga sebanyak 150 kilogram tembakau sintetis yang siap edar dan juga bahannya sekitar 2 kilogram yang terdiri dari MDM atau pinaka,” tuturnya.* Tim-Handi

 

Editor: Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *