Sejumlah 419 Ribu Batang Rokok Ilegal Disita Tim Bea Cukai Surakarta

Sosialisasi cukai rokok (dok/tim)

 

FOKUSLINTAS.com — Bea Cukai Surakarta menyita 419 ribu batang rokok ilegal mulai Januari hingga November 2020 di wilayah Karanganyar, Boyolali, Wonogiri, Sragen dan Klaten. Barang bukti kasusnya didapati dari 39 surat penindakan.

“Penindakan rokok ilegal terbesar berhasil diungkap oleh Bea Cukai Solo pada Juli 2020 lalu. Empat orang berperan sebagai sales dan distributor telah ditetapkan sebagai tersangka dengan hukuman pidana penjara 1 tahun dengan subsider. Dari empat orang itu kita dapatkan total 58 bal rokok atau 290 ribu batang rokok ilegal dengan berbagai merk. Kasusnya di Boyolali dan Klaten,” kata Muzakkar, Pemeriksa Ahli Pertama Bea Cukai Solo, dalam sosialisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diselenggarakan Satpol PP Karanganyar, di Lawu Park, Tawangmangu, Karanganyar, Rabu (26/11).

Nilai barang dari 58 bal rokok ilegal itu diperkirakan mencapai Rp 244 juta. Sedangkan kerugian negara atas peredaran rokok ilegal itu diperkirakan mencapai Rp 140 juta.

Muzakkar mengungkapkan, wilayah perbatasan menjadi perhatian petugas dari Bea Cukai dalam memberantas peredaran rokok ilegal. Selain itu, peredaran rokok ilegal juga sudah merambah wilayah perkampungan.

Sementara Bupati Karanganyar Juliyatmono mengimbau pedagang untuk berhati-hati dalam menjual rokok. Satpol PP diharapkan untuk melakukan Sidak atau pengecekan pada pedagang rokok mengenai bandrol-bandrol yang tidak resmi atau ilegal dikarenakan akan menghantam atau merusak harga pasar.

Kepala Satpol PP Karanganyar Yophy Eko Jati Wibowo menambahkan, adanya pandemi Covid-19 turut berdampak terhadap upaya pemberantasan rokok ilegal di Karanganyar. Mengingat anggaran untuk melakukan Sidak turut dipangkas.

Kendati demikian, anggota Satpol PP di 17 kecamatan tetap melakukan pengawasan guna upaya mencegah peredaran rokok ilegal. Dia menuturkan, sosialisasi penggunaan cukai rokok ini juga dalam rangka memberikan pembekalan kepada anggota dan pedagang.

“Dengan begitu para pedagang dan anggota lebih kuat pemahamannya terkait rokok ilegal. Sehingga peredaran rokok ilegal dapat diminimalisir,” imbuhnya.* (Tim-Her)

 

Editor: Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *