Giat Rutin Pertahun, Kejari Karanganyar Musnahkan Barang Bukti 36 Kasus Kejahatan

Pemusnahan barang bukti kasus di Kejari Karanganyar (dok/raymond)

 

FOKUSLINTAS.com — Kejaksaan Negeri Karanganyar memusnahkan barang bukti dari 36 kasus yang telah disidangkan dan berkekuatan hukum tetap. Diantaranya 2 kilogram ganja kering dan 11,15 gram sabu-sabu.

Kepala Kajari Karanganyar Ahmad Muhdhor mengatakan, pemusnahan barang bukti adalah kegiatan rutin yang dilakukan dua kali dalam satu tahun. Adapun 36 kasus yang telah disidangkan itu merupakan hasil kerja pihaknya hingga semester II tahun ini.

Kasus penyalahgunaan narkotika dan psikotropika mendominasi. Sehingga tidak mengherankan barang buktinya pun lebih banyak dibanding kasus lain.

“Pemusnahan barang bukti yang dapat disaksikan publik adalah bentuk pertanggungjawaban kami ke masyarakat dan hasil kerja yang transparan. Enggak ada yang ditutup-tutupi,” kata Ahmad Muhdhor kepada wartawan dalam gelar pemusnahan barang bukti di halaman kantornya, Kamis (26/11).

Pemusnahan dengan cara dihancurkan di mesin blender seperti 3.737 butir obat-obatan jenis atarax, alprazolam, riklona, clonazepam, tramadol, dan lain-lain. Sebenarnya, konsumsinya bagi penderita gangguan psikologis. Namun, sering disalahgunakan untuk meracuni generasi muda.

Lainnya 2 kilogram ganja kering dan pil ekstasi dari kasus yang diungkap Satnarkoba Polres Karanganyar. Lalu 11,15 gram sabu-sabu dan 20 unit Ponsel sarana pelaku melancarkan aksi.

“Memang kasus Narkoba dan psikotropika mendominasi. Sangat disayangkan pelaku maupun pengguna usia produktif. Generasi muda kita perlu diselamatkan dari pengaruhnya,” lanjutnya.

Selain itu, dimusnahkan pula uang palsu sebanyak 57 lembar pecahan Rp 100.000, dan 52 lembar pecahan Rp 50.000. Dua pucuk senjata air soft revolver dan senjata api rakitan berikut 13 butir peluru berbagai ukuran.

Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi menambahkan, jajaran Polres Karanganyar bekerja sama dengan P4GN serta relawan dalam upaya pencegahan peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Karanganyar.

“Kami juga fokus pencegahan peredaran narkoba tetapi yang terpenting itu kesadaran pribadi.Tidak ada masa depan di situ dan malah membunuh diri pelan-pelan. Ini sangat berbahaya bagi generasi muda bangsa,” imbuhnya.* (Tim-Her)

 

Editor: Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *