Menyingkap Keunikan dan Napak Tilas Sendang Bendo di Desa Karangtalun Tanon Sragen

 

Sendang Bendo yang berada di wilayah Desa Karangtalun, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen. Foto: Istimewa

 

FOKUSLINTAS.com – Kalau dilihat sekilas, tentang adanya Sendang Bendo yang berada di wilayah Desa Karangtalun, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, memang biasa-biasa saja.

Namun, jika dicermati lebih lanjut, banyak keunikan yang terdapat di sekitar tempat Sendang Bendo itu. Salah satunya adalah masih terjaga keaslian lingkungan alam di sekitar sendang yang berada di kawasan Desa Karangtalun dan Desa Sambiduwur.

Data yang dihimpun fokuslintas.com dilokasi, Tepatnya, di selatan masjid Karangtalun dan adanya lapangan volley sarana olahraga kepemudaan di Desa Karangtalun. Di sekitar lokasi Sendang Bendo ini, masih terdapat bekas pohon berukuran agak besar dan menjulang tinggi tapi pernah tumbang salah satunya. Jenis pohon rimba ini diperkirakan usianya itu yang sudah mencapai 100 tahun.

“Pohon yang ada di sekitar sini diperkirakan sudah puluhan tahun dan bahkan ada yang seratusan tahun. Keberadaan pohon ini memang dipertahankan agar bisa menjaga kealamian dan keteduhan sumber mata air Sendang Bendo biar tidak terhenti,” kata salah satu warga Desa Karangtalun.

Adanya beberapa pohon besar itu menjadikan lokasi Sendang Bendo terasa sejuk dan asri. Pohon besar juga dijadikan tempat berteduh dan bersantai bagi sebagian warga atau pemuda Desa setelah aktifitas olahraga Volley yang kebetulan lapangan ada disekitar Sendang Bendo.

Foto: Istimewa/Awi

Mantan Kepala Desa Karangtalun Giyatno saat ditemui Wartawan juga mengungkapkan hal yang sama, terkait keunikan lainnya adalah sumber mata air sendang yang tidak pernah berhenti. Termasuk pada saat puncak musim kemarau panjang, sendang itu tetap terisi air.

“Selama ini, belum pernah sekalipun sendang ini kering. Saat kemarau panjang, sumbernya tetap mengalirkan air. Saya tahu persis karena sering memantau Sendang Bendo itu,” ungkapnya.

Menurutnya, dulu Desa Karangtalun dan sekitarnya selalu mengalami kesulitan air ketika kemarau datang. Dari beberapa RT di antaranya mengalami kesulitan air saat kemarau sehingga butuh droping air.

“Bagi daerah lain, keberadaan sumber air seperti ini barangkali sesuatu yang biasa. Tetapi diwilayah Desa Karangtalun jadi hal yang istimewa dan sebuah karunia dari Sang Pencipta,” terangnya.

Dari sejarah cerita turun temurun yang ada, Sendang Bendo ada sejak jaman penjajahan dahulu. Tempat itu menjadi salah satu sumber cikal bakal adanya Desa Karangtalun hingga manfaatnya bagi seluruh warga karena sumber mata airnya yang tak pernah habis bahkan dimanfaatkan sampai sekarang.

“Keanehan pernah terjadi dan belum lama ini, saya juga ikut mengawasi. Waktu itu oleh Pemerintahan Desa mau membuat sumur bor dan pengadaan sumber air bersih yaitu Pansimas. Ketika pihak pekerja mengambil air dari Sendang Bendo, oleh saksi warga dan pemborong tersontak kaget karena tiba-tiba air Sendang Bendo surut tanpa adanya air sama sekali. Seketika para pekerja kaget lalu memberhentikan pekerjaan, hingga program dibatalkan serta pindah lokasi karena pihak pemborong dan pekerja tak berani meneruskan. Kejadian yang lain juga adanya warga yang melihat penampakan sosok makhluk halus akan tetapi berwujud aneh karena bibirnya sumbing lurus keatas, itu tidak sewajarnya bibir manusia yang lazim kesamping” terangnya.

Satu hal lagi adalah kualitas air sendang yang dinilai istimewa. Bahkan, disebut-sebut mirip sumber air yang keluar dari sekitar gunung. Di mana, airnya rasanya terasa segar ketika dipakai membasuh muka atau mandi.

“Air Sendang Bendo ini sejuk sekali rasanya. Bahkan, saya sempat mencoba meminumnya. Rasanya mak nyes,” imbuhnya. (Awi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *