Pilkada 9 Desember, Dua Wilayah Ini Jadi Perhatian Khusus Polda Jateng

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi (dok/tim)

 

FOKUSLINTAS.com — Sebanyak 14.000 personel dari Jajaran Polda Jateng dikerahkan untuk mengamankan Pilkada serentak yang digelar tanggal 9 Desember mendatang. Pengamanan Pilkada dalam Operasi Mantab Praja ini difokuskan untuk menjaga kondusivitas di wilayah hukum Polda Jateng.

“Total ada sebanyak 14.000 personel yang akan disebar di daerah Jawa Tengah yang menggelar Pilkada,” terang Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi, saat ditemui wartawan di sela kegiatan launching Bhayangkara Solo FC, di Stadion Manahan, Solo, Jumat (27/11).

Disinggung mengenai kawasan rawan dalam Pilkada 9 Desember nanti, jendral bintang dua ini mengatakan, yakni di wilayah Klaten dan Boyolali. Bukan rawan dalam masalah keamanan, melainkan rawan adanya bencana alam erupsi Gunung Merapi.

“Dua wilayah itu yang rawan karena ada operasi kontijensi erupsi Gunung Merapi. Magelang sedikit aman karena tidak ada Pilkada. Jadi Boyolali dan Klaten diwaspadai serta kita doakan (Gunung Merapi) tidak meletus,” jelas Luthfi.

Mantan Kapolresta Solo itu memastikan, pihaknya berkomitmen memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama gelaran pilkada berlangsung. Nantinya, sebanyak 14.000 personel Polda Jateng tersebar di 21 kabupaten/kota yang melaksanakan Pilkada.

“Kita juga punya powerhand yang di masing-masing eks Karesidenan. Itu adalah satu SSK Brimob yang setiap saat bisa kita gerakan mana kala eskalasi meningkat,” ungkapnya.

Kapolda juga memastikan pada H-3 pencoblosan, seluruh anggota yang terlibat Operasi Mantab Praja akan menjalani swab test. Mulai pejabat utama, perwira, hingga anggota yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

“Jadi dijamin pada saat hari H pencoblosan, khususnya dalam hal pengamanan Pilkada, anggota clear sehat semua,” katanya.*

(Tim-Mei)

Editor: Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *