Tingkatkan Perekonomian, Pemdes Tlogoharjo Bangun “Rest Area” dinJLS dari Tanah Kas

Jalur Lintas Selatan (JLS) yang melintasi Kecamatan Giritontro (dok/ist)

 

FOKUSLINTAS.com — Pemerintah Desa Tlogoharjo, Kecamatan Giritontro, Wonogiri berencana menyulap tanah kas desa menjadi sebuah rest area yang diberi nama “Ampiran”. Ide pembangunan rest area itu muncul karena adanya sampah kardus (kotak) makanan, sisa para pelancong (wisatawan) yang menuju atau balik dari plesiran di Kabupaten Pacitan, Jatim.

“Untuk pembangunan rest area ini secara bertahap. Rencana di tahun 2021 mendatang, dengan dana Rp 100 Juta,” ujar Miyanto, Kades Tlogoharjo, Giritontro, Jumat (27/11).

Rest area itu nantinya akan didirikan di atas tanah kas desa seluas 8000 meter. Lokasinya persis di pinggir jalan raya jalur lintas selatan (JLS) yang menghubungkan antara Wonogiri dengan Pacitan.

Pembangunan itu diharapkan bisa meningkatkan perekonomian di desa tersebut. Kades Miyanto menuturkan, rencananya rest area itu akan dilengkapi dengan MCK, musala dan juga kios-kios yang menjajakan oleh-oleh khas Wonogiri.

“Jadi pembangunan ini bertahap. Karena kalau sekali jadi, dana desa tidak mampu. Agar langsung bisa digunakan, tahap pertama dibangun mushola dan toilet dulu,” katanya.

Untuk tahun-tahun selanjutnya, kata Miyanto, rest area bisa dikembangkan dengan menambah beberapa fasilitas di area itu. Penambahan fasilitas bisa berupa kios atau pusat jajanan, pom mini dan lain sebagainya.

Dikatakan, potensi pendapatan membangun rest area di kawasan JLS cukup tinggi. Karena, selama ini jalur tersebut digunakan untuk wisatawan menuju ke beberapa tempat wisata, seperti Pantai Klayar dan beberapa pantai lainnya yang masuk wilayah Pacitan.

“Selain itu JLS di Wonogiri, tepatnya di Giritontro menjadi pertemuan dari tiga daerah, yakni Pacitan, Wonogiri dan Wonosari, Gunung Kidul, atau sering disebut dengan istilah Pawonsari,” jelasnya.

Camat Giritontro Fredy Sasono mengatakan, pertimbangan dibangun rest area atau Ampiran di Tlogoharjo berawal dari mobilitas kendaraan setiap akhir pekan di JLS cukup tinggi. Pada Sabtu dan Minggu ratusan mobil dari luar daerah dan puluhan bus wisata melintasi jalur tersebut.

“Awalnya kita itu melihat banyak sekali sampah kardus kotak makanan yang dibuang di pinggir jalan di Desa Tlogoharjo. Kalau dilihat capnya, ada yang dari Yogya, Wonosari dan kota-kota lainnya. Nah, hal itulah yang mendasari gagasan rencana pembangunan rest area itu nanti,” tuturnya.

Fredy menyakini, dengan dibangunnya rest area itu nanti dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Oleh sebab itu pihaknya sangat mendukung langkah yang diambil pemerintah desa.

“Butuh waktu tiga tahun untuk kata sempurna. Ya, bertahaplah, karena ini lokasinya sangat representatif,” terang Fredy.

Ditambahkan, di rest area itu kebutuhan akan air bersih sangat tercukupi. Sebab, tak jauh dari tempat terdapat sumur bor yang selesai pengerjaannya.

“Dengan begitu kita tidak kebagian sampah, debu dan suara bising knalpot kendaraan. Jadi kita berharap dengan adanya pembangunan rest area dapat meningkat ekonomi masyarakat setempat,” tandasnya.* (Tim)

 

Editor: Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *