Sidang Kasus Penganiayaan Mertodranan Solo di PN Secara Virtual, Beberapa Pihak Tersangka Ajukan Eksepsi

Rilis kasus intoleran Mertodranan, Pasar Kliwon, Solo (dok/tim)

 

FOKUSLINTAS.com | Terdakwa kasus penganiayaan dan pengrusakan di Kawasan Mertodranan menjalani sidang virtual di PN Semarang pada Rabu (25/11). Dari total 12 pelaku, delapan terdakwa telah menjalani sidang perdana beragendakan pembacaan dakwaan.

“Sidang digelar secara online mengingat kondisi pandemi. Dari delapan tersangka, ada lima mengajukan eksepsi,” terang Kepala Kejaksaan Negeri Solo, Nanang Gunaryanto saat dikonfirmasi, Minggu (28/11).

Disinggung mengenai terdakwa lainnya, Nanang mengaku, terdakwa lainnya segera menjalani persidangan. Saat ini tengah disiapkan dakwaan serta menunggu jadwal persidangan. Berdasar penetapan PN Semarang, para tersangka ditahan di wilayah Solo.

Sebelumnya, Satreskrim Polresta Solo dibantu Polda Jateng menangkap 12 tersangka MS, MM, AN, SR, AN, ML, BD, ST, WH, MR, T, dan R. Tersangka R ditangkap paling terakhir dengan dugaan sebagai otak pelaku pengrusakan.

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan pelaku R merupakan otak pelaku yang ditangkap dalam pelariannya di Jepara, Jawa Tengah.

“R pelaku yang pertama kali menyurvei kediaman korban dan mengajak massa untuk membubarkan. R menghasut dan mengajak para massa dalam aksi itu. Pelaku ini juga mengajak melalui grup Whatsapp untuk datang ke lokasi. R kami jerat Pasal 160 KUHP dan Pasal 335 KUHP,” katanya.* [Tim-Her]

 

Editor: Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *