Target Menyasar Anak dan Perempuan, Spesial Jambret Berhasil di Bekuk Polisi

Kasubbag Humas Polrs Klaten, Iptu Nahrowi menunjukkan barang bakti kendaraan milik tersangka penjambretan. Foto: dok

 

FOKUSLINTAS.com | Pelaku penjambretan yang menyasar anak- anak dan perempuan di Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum berhasil ditangkap polisi. Pelaku berinisial ST alias Bendol (35) warga Dukuh Belikrejo, Desa Gambiranom, Kecamatan Baturetno, Wonogiri.

Aksi penjambretan itu terjadi di Pos Kamling Dukuh Jetis, Desa Ngrundul. Aksi itu bermula saat sejumlah anak usia belasan tahun sedang bermain HP di Pos Kamling. Sekitar pukul 10.00 WIB, pelaku yang mengendarai sepeda motor Vario AD 4323 AC mulai beraksi.

Tersangka lewat didepan korban lalu merebut paksa HP dari tangan korban. Saat itu korban terjatuh ke belakang, sedangkan HP berhasil dibawa kabur, ujar Kapolsek Kebonarum, AKP Suyadi saat dihubungi, pekan lalu.

Korban yang ketakutan lantas pulang dan melaporkan kejadian itu kepada orang tuanya. Seminggu kemudian tepatnya pada, Jumat (20/11) lalu orang tua korban melaporkan hal itu ke Mapolsek Kebonarum. Kepada polisi, korban menyampaikan cici- cici pelaku penjambretan.

“Dari ciri- ciri dan kendaraan yang dipakai pelaku, kita langsung lidik bersama Resmob Polres Klaten. Saat beraksi, pelaku memakai sepeda motor Vario warna merah dan memakai jaket serta helm,” jelasnya.

Dari informasi yang diketahui, pelaku ternyata residivis. Suyadi mengatakan pelaku asli warga Klaten namun menikah dengan perempuan asal Wonogiri dan tinggal disana. Polisi kemudian melakukan penangkapan beberapa hari kemudian di kediaman pelaku di Wonogiri.

Kepada polisi, pelaku mengaku sudah beraksi di Klaten sebanyak empat kali, di Kecamatan Klaten Utara, Klaten Tengah, Kalikotes, dan Cawas. Selain HP, pelaku juga menyasar dompet. Suyadi mengaku pelaku merupakan jambret spesialis yang menyasar anak- anak dan perempuan.

“Ini pelaku memang sering menyasar anak- anak dan perempuan. Pelaku dijerat pasal 365 KUHP tentang Tindak pidana pencurian dengan kekerasan, ancaman hukuman sembilan tahun penjara.” pungkasnya.*

 

 

(Sor-Met)

Editor: Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *