Terdepak dari Pengurus MUI, Tengku Zulkarnain Singgung Penguasa Firaun yang Mau Tumbang

Twiter Tengku Zulkaranin di Twitter seperti yang dikutip pada Senin (30/11/2020). Foto/dok

FOKUSLINTAS.com – Terdepak dari jabatan Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak membuat Tengku Zulkarnain galau hingga sebut kezaliman penguasa fir’aun.

Dia malah mentwit soal sosok yang cinta jabatan akan merusak negeri mirip kisah Firaun yang kekuasannya mau tumbang dengan kedatangan Nabi Musa.

“Cinta jabatan dan dunia bisa merusak seluruh negeri. Ingat Fir’aun ketika dia bermimpi ada bayi bani Israil yg akan lahir dan menghilangkan (menumbangkan) kekuasaan dirinya,” Twit Tengku Zulkaranin di Twitter seperti yang dikutip pada Senin (30/11/2020).

Tengku Zulkarnain juga menyebutkan kezaliman Fir’aun kemudian memerintahkan untuk membunuh semua bayi bani Israil saat itu supaya kekuasannya tidak hilang menyusul mimpinya soal sosok yang akan menumbangkan kekuasannya.

“Maka dia keluarkan perintah sembelih semua bayi Israil yg lahir di tahun itu. Tapi bayi Musa tetap selamat dan besar,” sebutnya.

Belum diketahui siapa maksud sosok Fir’aun masa kini yang dimaksud oleh Tengku Zulkarnain hingga dia menganalogikan penguasa tiran di masa lalu tersebut.

Hanya saja sebelumnya diketahui kalau Zulkarnain terdepak dari posisi jabatannya di struktur kepengurusan MUI.

Melalui cuitan itu Zulkarnain mengucapkan selamat kepada pengurus MUI periode 2020-2025 di bawah kepemimpinan Ketua Umum MUI, Miftachul Akhyar.

Dia berharap agar pengurus MUI periode 2020-2025 tetap kritis terhadap pemerintah.

“Kami mengucapkan selamat kepada pengurus MUI periode tahun 2020-2025 semoga MUI ke depan semakin baik dan jaya. Tetap kritis terhadap kebijakan Pemerintah yg dinilai kurang pro rakyat dan umat. Selamat bekerja dan semakin sukses,” cuit Zulkarnain.

Terkini Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menetapkan kepengurusan baru untuk periode 2020-2025. Keputusan itu ditetapkan berdasarkan hasil Musyawarah Nasional (Munas) X yang digelar baru-baru ini.

Dalam struktur Dewan Pimpinan, Miftachul Akhyar terpilih sebagai Ketua Umum MUI periode 2020-2025. Sedangkan, Wakil Presiden Ma’ruf Amin ditetapkan sebagai Dewan Pertimbangan MUI.

Novel Bamukmin Wasekjen PA 212 menilai kalau tidak masuknya nama Tengku Zulkarnain dalam kepengurusan periode 2020-2025 karena kerap mengkritik pemerintah.

Padahal, lanjut dia, seharusnya seorang ulama memang menjadi oposisi dari setiap jalannya pemerintahan.

“Tentunya kami prihatin atas tidak masuknya beberapa nama ulama yang sudah identik sebagai ulama yang istiqomah, yang mengkritisi penguasa padahal sejatinya ulama memang seperti itu sebagai oposisi,” kata Novel, Jumat (27/11/2020) kemarin.

Dia mengaku khawatir kepengurusan MUI pimpinan KH Miftachul Akhyar diisi oleh para ulama yang mendukung pemerintah. Alhasil, hal itu akan menjadi kemunduran MUI karena fatwa-fatwa yang dikeluarkan MUI bisa diduga sebagai fatwa pesanan.

“Dan yang saya khawatirkan justru ulama yang masuk malah ulama suu’ (orang yang berilmu buruk) ulama penjilat kekuasaan yang fatwanya berdasarkan pesanan penguasa bahkan cukong dan itu jelas kemunduran frontal buat MUI,” sebutnya.*

 

[Gen-Ksn]

Editor: Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *