Menilik Sejarah Pangeran Pranowo Tokoh Pendiri Pedan Klaten

Foto : Makam Pangeran Pranowo Pendiri Pedan Klaten. (Dok)

 

FOKUSLINTAS.com – Di Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten tidak ada dukuh bernama Pedan. Lazimnya, nama kecamatan diambil dari sebuah nama dukuh atau desa setempat.

Nama Pedan sendiri berasal dari sebuah kisah hidup seorang tokoh Pangeran Pranowo, seorang pelarian kerajaan Majapahit pada abad XIII.

Saat itu, ajaran Islam masuk ke tanah Jawa dan terjadi pertentangan dengan pemeluk Hindu yang banyak dianut orang-orang Majapahit.

Data yang dihimpun, Pangeran Pranowo beserta keluarga dan sahabatnya lantas mengungsi ke daerah pinggiran untuk menghindari konflik. Di kawasan itu mereka bercocok tanam sayuran dan palawija untuk kebutuhan sehari-hari layaknya rakyat jelata.

Pangeran Pranowo pun menanam sebuah pohon beringin untuk berteduh seusai bekerja.

“Lambat laun kawasan itu jadi ramai sebagai tempat transaksi sayuran atau janganan. Pohon beringin itu pun kini dikenal sebagai Beringin Janganan,” kata Widodo, salah satu tokoh di Desa Sobayan, Klaten kepada wartawan.

Ramainya kawasan itu tak membuat senang hati Pangeran Pranowo. Ia justru cemas persembunyiannya selama ini terbongkar.

Di tengah kegalauannya, ia memutuskan untuk melanjutkan penyamarannya dengan cara bertapa seraya menjemur diri layaknya orang gila.

“Setiap hari ia menjemur dirinya di tengah-tengah keramaian atau pepe dalam bahasa Jawa. Ia lalu dikenal sebagai orang gila atau istilahnya edan. Kebiasaan berjemur itulah yang lantas orang-orang menyebut dirinya Kiyai Pepe atau Mbah Pepe,” terangnya.

Saat dirasa penyamarannya berhasil, suatu hari Pangeran Pranowo berujar bahwa jika daerah ini suatu saat menjadi ramai, daerah ini dinamai Pedan.

Pedan berasal dari kari kata pepe artinya berjemur dan edan artinya gila. Pepe dan edan adalah strategi sang pangeran untuk menyembunyikan identitasnya saat itu. Dan akhirnya sampai sekarang Kecamatan Pedan akhirnya terbukti menjadi daerah yang ramai.* (Dwiyanto)

 

Editor: Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *