Pilbup di Sragen 2020, Keengganan Datang ke TPS Disebut Jadi Musuh Utama

Bendahara DPD PDIP Jawa Tengah Agustina Wilujeng Pramestuti bersama para pengurus DPC dan PAC PDIP Kabupaten Sragen, seusai konsolidasi pemenangan pasangan Yuni-Suroto di Pilbup 2020, di kantor DPC PDIP pada Selasa (1/2/2020) sore. (FOTO/dok)

FOKUSLINTAS.com – Karena hanya melawan kotak kosong di Pemilih Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) 2020, dimungkinkan banyak yang enggan datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), saat coblosan pada Rabu 9 Desember mendatang.

Karena itu, seluruh tim pemenangan pasangan calon bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan calon wakil bupati Suroto, diminta untuk memastikan dan mengajak masyarakat untuk datang ke TPS. Keengganan itu terjadi karena masyarakat sudah memiliki persepsi pasangan Yuni-Suroto sudah pasti menang karena tidak ada lawannya.

Hal ini diungkapkan Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Agustina Wilujeng Pramestuti, seusai melakukan konsolidasi dengan pengurus DPC dan PAC PDI Perjuangan Sragen, Selasa (1/12/2020) sore.

“Karena di Sragen tidak ada lawan, maka musuhnya adalah orang yang malas pergi ke TPS. Inilah yang harus ditangkal, karena itu diharapkan teman-teman dari PDI Perjuangan itu sonjo, memastikan jaringannya dan masyarakat pergi ke TPS pada 9 Desember,” kata Agustina yang juga Wakil Ketua Komisi X DPR RI tersebut.

Untuk memberikan semangat kepada para kader, partai akan memberikan reward atau penghargaan kepada pengurus di tingkat kecamatan kepada TPS dengan jumlah pemilih terbesar. Hal ini dilakukan supaya mereka bersemangat dalam menggerakkan masyarakat untuk datang ke TPS.

“Nanti akan dicarikan fomulanya pada 8 Desember, tapi ini hanya untuk internal PDI Perjuangan saja, dari partai untuk partai,” tandasnya.

Agustina juga menegaskan agar penerapan protokol kesehatan benar-benar dilaksanakan semua pihak dalam pelaksanaan Pilbup 2020 ini. Hal ini untuk memastikan pelaksanaannya berjalan dengan aman, sehat dan lancar.

Sebagai salah satu upaya antisipasi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) diharapkan bisa melakukan rapid test lagi untuk para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Apalagi sebelumnya sudah banyak mereka yang akan bertugas sebagai calon KPPS ketika dilakukan rapid test dan ternyata reaktif. Harusnya ada tindaklanjut lagi untuk memastikannya. Bicara soal rapid test adalah bicara soal prorokol kesehatan, kalau rapidnya sudah agak lama agar dilakukan rapid lagi. KPU harus bisa memastikan mereka yang akan bertugas aman, seperti bila ada yang mundur harus diganti.

“Saya kira kalau lawannya hanya kotak kosong, pekerjaannya tidak begitu berat, beda kalau dengan pasangan calonnya banyak. Kalau mengganti petugas, itu mungkin tugasnya tidak terlalu berat atau membahayakan proses, tapi mungkin administrasinya yang agak ribet,” tegasnya.

PDI Perjuangan sendiri mentargetkan pasangan Yuni-Suroto bisa memenangkan Pilbup 2020 dengan perolehan suara 80 persen.

Ketua DPC PDIP Sragen Untung Wibowo Sukowati menambahkan, hingga saat ini pihaknya tidak diinstruksikan untuk melakukan rapid test kepada para saksi yang akan bertugas di Pilbup 2020.

“Kami tetap mengacu kepada KPU, kalau KPU tidak melakukan itu, ya kami tidak mungkin melakukan itu. Yang pasti, kami akan menerapkan protokol kesehatan untuk para saksi. Sampai hari ini tidak atau belum ada keputusan dari KPU,” kata Bowo, panggilan akrabnya. Dia juga menegaskan bila PDI Perjuangan pasangan Yuni-Suroto bisa memenangkan Pilbup 2020 dengan perolehan suara 80 persen. (bas/sam)

Editor: Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *