Dibalik Keampuhan Keris Omyang Jimbe Yang Terkenal Mampu Menggandakan atau Memindahkan Beras

Tuah Keris Omyang Jimbe Bisa Gandakan Beras hingga Harta. Foto : dok (ist)

 

FOKUSLINTAS.com – Keris dengan dapur Puthut kembar atau yang biasa disebut sebagai Keris Omyang Jimbe, sebagian ada juga yang memberi sebutan khetek nodho yang memiliki ciri khas tuyul kembar ini mempunyai banyak versi sejarahnya.

Meski sebenarnya penyebutan atau penamaan Omyang Jimbe itu sendiri kurang tepat, alasannya yaitu nama Omyang sendiri sebetulnya yaitu nama seorang Empu berjulukan Omyang yang hidup pada jaman kerajaan Pajang.

Dipercaya, tuah keris omyang jimbe bisa gandakan beras. Tapi penyebutan Keris Omyang Jimbe untuk Keris berdapur Puthut Kembar tersebut sudah terlanjur erat dan menjadi nama pasaran dikalangan masyarakat perkerisan.

Ada beberapa jenis Keris dapur Puthut Kembar yang biasa di sebut Keris Omyang, diantaranya:

• Omyang Jimbe (untuk menarik dana ghaib)

• Omyang Tagih (untuk menagih hutang)

• Omyang Beras (dapat menambah beras)

• Omyang Sumpet (untuk memadamkan api)

• Omyang Panimbal (untuk memanggil rejeki)

• Omyang Kera Nadah (gandik berbentuk monyet kembar)

Keris Omyang buatan Empu Omyang (Pajang) mempunyai ganja yang datar dan tergolong ganja wuwung.

Lalu bagaimana dengan Keris yang dikenal masyarakat dengan sebutan “Omyang Jimbe” yang dikenal mempunyai isoteri/tuah yang sangat ampuh untuk melindungi harta pemiliknya dan memudahkan untuk menagih hutang.

Bahkan ada beberapa Keris Omyang Jimbe yang sanggup di manfaatkan untuk menarik dana ghaib alasannya yaitu tuah saktinya.

Sebetulnya tidak semua Keris dapur Puthut Kembar dibentuk oleh Empu Omyang di jaman Kerajaan Pajang.

Hanya saja pada periode tersebut Empu Omyang sangat populer dengan karya-karyanya yang rata-rata yaitu Keris berdapur Puthut Kembar yang mempunyai tuah sakti, sehingga Keris dapur Puthut kembar menjadi ciri khas dari Empu Omyang dan identik dengan karyanya, sehingga nama dapur Puthut Kembar lebih familiar disebut Keris Omyang.

Tentunya hal tersebut yaitu kesalahan persepsi perihal Keris berdapur Puthut Kembar yang sudah terlanjur tertanam dibenak masyarakat.

Sebetulnya, Keris dapur Puthut Kembar karya dari Empu Omyang mempunyai ciri khas dibagian Pesi, yaitu mempunyai lubang ibarat lubang jarum dan rata-rata hanya berpamor wos wutah, wengkon, toyo mambeg, lawe saukel, dan kelengan.

Namun seiring dengan perkembangan dunia tosan aji, Keris dapur Puthut kembar/Omyang banyak di kembangkan menjadi berpamor lain yang lebih beragam, terutama untuk Keris-Keris kamardhikan/Keris gres yang dibentuk sehabis jaman kemerdekaan.

Empu Omyang sendiri yaitu anak dari Empu Supo (Sepuh) dari zaman Majapahit.

Empu Omyang juga disebut Ki Tundhung Kudus, disebut demikian alasannya yaitu pada waktu dia mengabdi pada Sultan Pajang, dia diusir dari Keraton alasannya yaitu difitnah oleh rekannya sendiri yaitu Empu Cublak dan berpindah ke Kudus.

Empu Omyang tidak usang berada di Kudus, kemudian dia mengabdi di Kerajaan Mataram, bahkan kemudian dia diangkat menjadi pemimpin para Empu di Kerajaan Mataram dan diberi gelar Ki Supo anom atau lebih populer disebut sebagai Ki Anom.

Keris-Keris karya Empu Omyang banyak dipercaya mempunyai kekuatan mistis yang sangat ampuh dan jikalau dipergunakan untuk bisnis keuangan maka akan menguntungkan alasannya yaitu orang yang berhutang akan merasa tidak damai jikalau tidak membayar hutangnya alasannya yaitu akan selalu diganggu oleh dhemit dan khodam yang bersemayam di dalam Keris Omyang tersebut.

Ciri khas Keris Omyang Jimbe pada bab sor-sorannya tampak mbekel (buncit) ibarat perut Bethara Narada atau “ngedhe” alasannya yaitu luknya berjalan kekiri, tidak kekanan ibarat lazimnya Keris-Keris lain pada umumnya.

Walaupun berdasarkan para pakar perkerisan, ada juga Keris Omyang yang mempunyai luk biasa dan ada juga yang berbilah lurus.

Pada umumnya Keris-Keris tangguh Pajang mempunyai materi besi mentah, terkesan kurang tempaan dan Pamornya mubyar (menyala) putih ibarat perak, baja sedang, luk terlihat rapat (kekar), ganja umumnya besar, sirah cecak juga besar, tantingannya agak berat, lebih berat dari Keris-Keris tangguh Mataram. (Awi)

 

Editor: Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *