Versi Hitung Cepat Pilkada Klaten di Menangkan Sri Mulyani, Apa Saja Harapan Warga!

Warga Klaten menyampaikan harapan agar calon bupati terpilih di Pilkada Klaten 2020 membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya. Sri Mulyani dan Yoga Hardaya (Mulyo). Source slc (foto: Istimewa)

FOKUSLINTAS.com – Warga Klaten menyampaikan harapan agar calon bupati terpilih di Pilkada Klaten 2020 membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya.

Sejauh ini, berdasarkan hasil hitung cepat, calon bupati dan calon wakil bupati Sri Mulyani-Yoga Hardaya, memenangi Pilkada Klaten 2020. Pasangan ini meraup 50,2 persen suara, mengungguli dua lawan mereka.

Sebelum calon pemenang versi hitung cepat keluar, sejumlah warga sudah menaruh harapan besar agar siapa pun pemimpin terpilih Klaten bisa mewujudkan harapan mereka.

Harapan itu salah satunya disampaikan warga Klaten, Luluk. Pada Juni 2020, Luluk masuk dalam daftar karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dari salah satu perusahaan percetakan di Klaten.

Luluk menggunakan hak pilihnya pada Pilkada Klaten 2020. Dia memiliki harapan besar kepada pasangan calon bupati-wakil bupati terpilih agar membantu pekerja yang menjadi korban PHK.

“Harapan saya yaang nanti terpilih bisa memberikan ruang dan membuka lapangan kerja sebesar-besarnya untuk bisa menampung masyarakat terutama mereka yang kepala keluarga dan terkena PHK di tengah kondisi pandemi seperti saat ini. Saya akui saat ini masih ada teman-teman saya yang bernasib sama dengan saya tetapi masih menganggur agar bisa produktif lagi,” kata dia, Rabu (9/12/2020).

Hal senada disampaikan Dyah, 34, seorang pekerja yang juga terkena PHK dari salah satu perusahaan di Klaten di tengah pandemi Covid-19. Warga Klaten itu mengaku hingga kini belum bekerja lagi serta fokus mengurusi anak-anaknya mengikuti pembelajaran daring.

“Setelah PHK untuk sementara di rumah saja. Kebetulan anak-anak juga butuh pendampingan untuk belajar daring. Lagipula, seumpama ada lowongan terganjal usia maksimal dan status perkawinan. Soal pilkada ini, semoga Klaten mendapatkan pemimpin yang terbaik, bisa mengayomi warganya, dan menjadikan lebih sejahtera,” kata dia.

Berdasarkan data yang dihimpun, dampak pandemi Covid-19 membuat ratusan karyawan yang terkena PHK. Hingga Agustus lalu, setidaknya ada 678 pekerja yang terkena PHK.

Namun, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Klaten, Slamet Widodo, menjelaskan dari jumlah itu sudah banyak yang dipekerjakan kembali oleh perusahaan.

Hanya saja, Slamet belum mengetahui berapa banyak warga Klaten korban PHK yang kembali dipekerjakan oleh perusahaan. “Ada yang direkrut lagi oleh perusahaan. Ada yang tetap sama dengan posisi sebelumnya. Ada yang kembali direkrut namun berpindah divisi,” kata Slamet.* (Tim-Met)

 

Editor: Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *