Asal-usul Sumber Macan dan Legenda Jiddin di Desa Trawas

Legenda Sumber Macan Desa Trawas. Foto/ist

 

FOKUSLINTAS.com – Trawas tak bisa dipisahkan dari legendanya yang begitu banyak dan menarik untuk disimak, berikut adalah legenda Sumber Macan desa Trawas.

Pada zaman dahulu ada sepasang suami istri yang hidupnya pas-pasan. Dalam kehidupanya mereka makan dan minum seadanya. Suatu hari mereka kekurangan air untuk kebutuhan hidupnya terutama untuk minum. Rasa haus dan dahaga menyerang mereka berdua selama beberapa hari.

Mereka berdua tidak sanggup menahan rasa haus, dan suatu ketika mereka pergi kesuatu tempat untuk mencari air minum. Tiba-tiba disuatu hari mereka merasa terkejut karena mereka melihat seekor Harimau putih yang tingginya seperti kuda.

Harimau tersebut menggali tanah dibawah pohon beringgin dengan sangat cekatan, setelah lama mereka memperhatikan Harimau, mereka dikejutkan oleh hilangnya Harimau tersebut, mereka berdua merasa takut sehingga bulu kuduk seakan berdiri. Tapi mereka sangat menenangkan diri dan meyakinkan diri bahwa itu merupakan petunjuk baginya untuk mendapatkan air.

Pasangan suami itupun mendekati galian tersebut dan melanjutkan menggalinya, sungguh aneh dan ajaib, tanah galian itu mengeluarkan air.

Akhirnya suami istri tersebut dapat menghilangkan rasa hausnya dengan air yang memancarkan dari tanah galaian tersebut.

Menurut suatu riwayat, setiap malam hari Harimau tersebut datang kesumber air tersebut dan minum disana. Oleh karena itu sumber air tersebut dinamakan “SUMBER MACAN.“

Petunjuk Dari Sumber Macan

Menurut sesepuh Desa Trawas, sekitar puluhan tahun yang lalu ada seorang warga Desa Trawas yang menderita penyakit asam urat, sehingga ia tidak bisa berjalan, orang itu bernama Pa’un.

Dalam kesehariannya dia selalu merangkak untuk menuju suatu tempat, suatu hari ia pergi ke Sumber Macan yang dikeramatkan oleh penduduk Desa Trawas. Disitu ia meminta petunjuk agar dia diberi kesembuhan, saat ia meminta petunjuk, tiba-tiba ada suara gaib yang memanggil namanya, Suara gaib tersebut mengatakan bahwa Pa’un harus pergi ke Sumber Macan pada jam 24.00 dini hari. Dia harus pergi kesana sendirian tanpa teman. Setelah malam tiba, tepatnya pukul 23.30 WIB Pa’un pergi ke Sumber Macan sendirian dengan merangkak.

Setelah tiba disana, dia mohon petunjuk di bawah pohon beringin. Tiba-tiba datang suara gaib yang menyerukan kepada Pa’un bahwa dia harus menangkap sesuatu yang jatuh dari pohon beringin tersebut.

Karena itu adalah obat dari penyakitnya. Setelah ia lama menunggu, akhirnya jatuh seekor anak kera hitam tepatnya jam 12.00 siang. Pa’un menangkap anak kera tersebut dan membawanya pulang. Sesampainya di rumah. Akhirnya, selang beberapa hari penyakit Pa’un sembut dan ia dapat berjalan normal.

Maut Dari Sumber Jiddin

Sumber Jiddin adalah sumber yang letaknya tidak seberapa jauh dari Sumber Macan. Kata para sesepuh, Sumber Jiddin adalah sumber yang jahat. Disana terdapat macam-macam ikan yang tampak saat ada orang yang berada disana.

Suatu hari, ada seorang warga desa Trawas yang bernama Sarim. Orang tersebut pulang dari sawah dan mandi di Sumber Jiddin. Tiba-tiba dia melihat seekor ikan kuthuk di pinggir sungai di Sumber Jiddin. Sarim menangkap ikan itu dan membawanya pulang. Sesampainya di rumah, dia segera membakar ikan itu untuk dijadikan lauk. Dia makan dengan sangat lahapnya. Setelah selesai makan, Salim merasakan sakit pada perutnya.

Dia mengeluh pada keluarga dan tanpa disadarinya dia berkata “Kembalikan anakku, kembalikan anakku!” Keluarga yang ada di dekatnya merasa bingung dan khawatir.

Mereka menghawatirkan jikalau kan kuthuk yang dimakan Sarim itu adalah anak ikan Penunggu Sumber Jiddin. Setelah kata-kata itu terucap dari mulut Sarim berulang-ulang, akhirnya ia meninggal dunia.

Orang-orang di sekitarnya beranggapan bahwa Sarim meninggal dikarenakan tidak mengembalikan anak ikan penunggu Sumber Jiddin yang telah dimakannya. Mereka berpedoman pada kata-kata Sarim sebelum meninggal dunia yaitu “Kembalikan Anakku!”

 

(Bambang)

Editor: Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *