OPINI: Wahai Wanita Jagalah Dirimu, Masa Depan Generasi Ada Padamu

Karena wanita adalah tiang suatu bangsa dan sekolah pertama bagi generasi. Sehingga jika wanitanya baik maka akan terlahir dari nya generasi terbaik yang akan menjadikan suatu bangsa menjadi terbaik pula. Oleh: Akhmad Muwafik Saleh

 

FOKUSLINTAS.com – Kualitas kebaikan suatu masa cukuplah dapat dilihat dari kualitas para wanitanya. Bahkan wanita adalah barometer dari kualitas suatu generasi. Karena wanita adalah tiang suatu bangsa dan sekolah pertama bagi generasi. Sehingga jika wanitanya baik maka akan terlahir dari nya generasi terbaik yang akan menjadikan suatu bangsa menjadi terbaik pula.

Untuk itu memperbaiki akhlaq wanita menjadi sangat penting untuk menata masa depan terbaik dari suatu generasi. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang wanita khususnya yang sudah bersuami, antara lain :

1. Seorang wanita harus menutup aurat dan tidak memperlihatnya secara terbuka di hadapan publik kecuali terhadap suaminya

Tidak boleh tabarruj atau berdandan yang berlebihan karena hal demikian termasuk dosa bagi seorang wanita. Harusnya seorang wanita memiliki sikap pemalu untuk membuka aurat.

Namun hari ini kita dihadapkan pada suatu masa dimana wanita lebih banyak membuka aurat dan kurang rasa malunya dengan banyak interaksinya di luar rumah dengan para laki-laki sehingga seakan tidak ada batas hubungan.

2. Seorang wanita harusnya lebih banyak berdiam di rumah daripada suka keluyuran ke luar rumah

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

“Dan tinggallah kalian di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berdandan sebagaimana dandan ala jahiliah terdahulu” (QS Al Ahzab: 33).

Seorang wanita yang baik atau shalihah, dia akan lebih banyak tinggal di dalan rumah, mengurusi rumah, menyelesaikan urusan urusan rumah. Bukan seorang wanita yang suka keluyuran keluar rumah, terlebih untuk aktivitas yang tidak penting.

3. Kalau akan keluar rumah, haruslah seijin suaminya terlebih dahulu

يَا رَسُول اللَّهِ مَا حَقُّ الزَّوْجِ عَلَى زَوْجَتِهِ ؟ فَقَال :حَقُّهُ عَلَيْهَا أَلاَّ تَخْرُجَ مِنْ بَيْتِهَا إِلاَّ بِإِذْنِهِ ، فَإِنْ فَعَلَتْ لَعَنَتْهَا مَلاَئِكَةُ السَّمَاءِ وَمَلاَئِكَةُ الرَّحْمَةِ وَمَلاَئِكَةُ الْعَذَابِ حَتَّى تَرْجِعَ

Artinya : “Ya Rasulullah, apakah hak suami atas istrinya?”. Beliau menjawab, “Hak suami atas istri adalah tidaklah ia (istri) keluar rumah kecuali dengan izin dari suami. Jika ia melakukannya (keluar tanpa izin), malaikat langit, malaikat rahmat, dan malaikat adzab melaknatnya sampai ia pulang.”

Pada masa sekarang, tidak sedikit para wanita yang keluar rumah tanpa seijin suaminya. Bahkan mereka merasa nyaman keluar rumah tanpa ijin suami karena dianggap lebih bebas dan bagian dari kesetaraan, apalagi dengan alasan bekerja, sehingga wanita bersuami yang bekerja ataupun tidak.

4. Taat pada suami dan tidak bersikap berani pada suami

Istri yang baik adalah dia taat pada suami, senang dipandang dan tidak membangkang yang membuat suami benci, itulah sebaik-baik wanita. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ

Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci” (HR. An-Nasai

Pada masa sekarang ini, tidak sedikit seorang istri yang bersikap berani terhadap suaminya, seakan suaminya ingin diletakkan di bawah kendali dirinya. Kita mengenal ada suami takut istri, bisa jadi bukan berarti seorang suami takut pada istri. Melainkan istri yang terlalu berani terhadap suaminya. Bahkan mereka tidak menyadari bahwa sikap berani mereka akan mengantarkan pada murka Allah swt.

5. Tidak berkhianat kepada suami

Seorang wanita yang baik-baik maka tentu dia akan menjaga dirinya dari segala tindakan yang merusak diri dan keluarganya. Serta menjaga dengan sungguh-sungguh amanah dari suami. Yaitu menjaga diri khususnya disaat tidak ada suami dengan tidak berhubungan dengan laki-laki lain, tidak memasukkan laki-laki lain ke dalam rumahnya dikala tidak ada suami atau tidak seijin suami.

فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ

“Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada” (QS. An Nisa’: 34).

Ath Thobari mengatakan dalam kitab tafsirnya, “Wanita tersebut menjaga dirinya ketika tidak ada suaminya, juga ia menjaga kemaluan dan harta suami. Di samping itu, ia wajib menjaga hak Allah dan hak selain itu.”

6. Menyadari bahwa suami adalah jalan sorga bagi istri

Seorang istri haruslah menyadari bahwa semenjak dirinya telah menikah maka pada saat itu telah beralih ketaatannya dari orang tua kepada suaminya. Seorang wanita yang taat pada suami maka dia akan selama dunia dan akhirat. Sebaliknya jika durhaka kepada suaminya maka inilah tanda wanita ahli neraka. Rasulullah saw bersabda :

أَذَاتُ زَوْجٍ أَنْتِ؟ قَالَتْ: نَعَمْ. قَالَ: كَيْفَ أَنْتِ لَهُ؟ قَالَتْ: مَا آلُوْهُ إِلاَّ مَا عَجَزْتُ عَنْهُ. قَالَ: فَانْظُرِيْ أينَ أَنْتِ مِنْهُ، فَإنَّمَا هُوَ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ

“Apakah engkau sudah bersuami?” Bibi Al-Hushain menjawab, “Sudah.” “Bagaimana (sikap) engkau terhadap suamimu?”, tanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lagi. Ia menjawab, “Aku tidak pernah mengurangi haknya kecuali dalam perkara yang aku tidak mampu.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Lihatlah di mana keberadaanmu dalam pergaulanmu dengan suamimu, karena suamimu adalah surga dan nerakamu.” (HR. Ahmad)

Jika kita perhatikan wanita pada masa sekarang maka seakan amatlah langka wanita dengan ciri-ciri terbaik seperti diatas. Bahkan tidak sedikit saat ini wanita yang berani pada suaminya, tidak taat dan patuh pada suami, berani terhadap suami bahkan berkhianat terhadap suami dengan mencintai dan berselingkuh dengan lelaki lain di belakang suaminya yaitu ketika suaminya tidak sedang berada di rumah, mereka adalah wanita yang tidak menjaga amanah dan kepercayaan yang telah diberikan oleh suami atasnya. Sehingga pantaslah pada saat Rasulullah sedang melaksanakan isra’ mi’raj, diperlihatkan oleh Allah swt bahwa paling banyaknya penghuni neraka adalah dari kalangan para wanita. Hal ini karena kedurhakaannya kepada Allah swt dan terhadap suami mereka. Na’udzu billahi min dzalik. Semoga kita dijauhkan dari istri atau wanita butuk yang seperti demikian. Dan semoga kita diberi istri yang sholihah yang taat pada Allah dan patuh terhadap suami.

 

*Pengasuh Pesantren Mahasiswa Tanwir al Afkar, Dosen FISIP UB, Motivator Nasional, Penulis Buku Produktif, Sekretaris KDK MUI Provinsi Jawa Timur*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *